<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7834">
 <titleInfo>
  <title>Habis Gelap Terbitlah Terang</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kartini, R.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Balai Pustaka</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Textbook</form>
  <extent>vi, 256 halaman ; 14,8 x 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini merupakan kumpulan surat-menyurat antara Raden Ajeng Kartini kepada para sahabat penanya di Belanda. Sewafatnya R.A.Kartini, surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Mr. J. H. Abendanon. Kemudian menjadi bukti besarnya keinginan Kartini untuk melepaskan wanita-wanita dari diskriminasi yang sudah membudaya. Kartini ingin, sebagai seorang wanita, ia dan kaumnya juga sama diperlakukan seperti saudara atau teman-temannya yang pria. Kartini harus dihadapkan dengan masalah adat kebudayaan daerah setempat, yakni seorang wanita tidak bisa menentukan dan mewujudkan kehendak sendiri, harus mengikuti apa kata orang tua. Ini membuat iri kartini, kenapa seorang perempuan harus dihalang-halangi untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi sedangkan laki-laki tidak. Kartini ingin mendapatkan pendidikan yang tinggi, layaknya kakak keduanya, RMP Sasrokartono, yang pendidikannya cemerlang di TU Delft Belanda dan menguasai 26 bahasa. Kartini yang mengidolakan kakaknya, dan ingin sekolah ke Belanda, akan tetapi terhalang, lantas membuat Kartini mengkritik dengan berkorespondensi dengan orang-orang Belanda seperti: Estella H. Zeehandelaar, J.H. Abendanon dan isterinya (Rosa Abendanon), serta Prof. Anton.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>920</classification>
 <identifier type="isbn">9786022601227</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>e-Library Universitas Pertamina Be Global Leader</physicalLocation>
  <shelfLocator>920 KAR h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">50110175</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Universitas Pertamina</sublocation>
    <shelfLocator>920 KAR h c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Habis_Gelap_Terbitlah_Terang.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7834</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-15 21:43:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-19 10:58:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>