<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>STUDENTS PAPER (LG)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/112" rel="alternate"/>
<subtitle>Collections of Logistics Engineering Students' Paper</subtitle>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/112</id>
<updated>2026-04-19T11:08:10Z</updated>
<dc:date>2026-04-19T11:08:10Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL PADA PT FARINDA BERSAUDARA MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15584" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sinaga, Samuel Putra Goldvist</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15584</id>
<updated>2026-02-12T23:02:56Z</updated>
<published>2025-10-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENGENDALIAN PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL PADA PT FARINDA BERSAUDARA MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING
Sinaga, Samuel Putra Goldvist
PT Farinda Bersaudara merupakan produsen CPO yang berlokasi di Kecamatan Bongan, &#13;
Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Perusahaan menghadapi permasalahan &#13;
pada proses produksi dengan permasalahan pertama yaitu minyak sawit tidak mencapai target &#13;
21,5% untuk seluruh periode kecuali periode 14 yang mencapai target produksi 21,54% dan &#13;
permasalahan kedua yaitu FFA total melebihi target 5% pada periode 24 yaitu 5,33%. Dalam &#13;
permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan metode goal programming dengan dasar &#13;
memiliki dua tujuan dan memiliki kontradiktif antar tujuan, yang dimana tujuan pertama ingin &#13;
memaksimalkan produksi minyak sawit namun untuk tujuan kedua akan ikut bertambah yang &#13;
akan menyebabkan kontradiktif tujuan kedua yaitu meminimalkan FFA total. Goal &#13;
programming yang digunakan menggunakan software LINGO 18 untuk mendapatkan hasil &#13;
yang optimal dan mudah dipraktikkan. Hasil dari model LINGO 18 ada dua, yaitu model ideal &#13;
mendapatkan minyak sawit 21,5% namun dalam kondisi ideal sangat sulit dicapai dikarenakan &#13;
kriteria TBS yang didapatkan adalah matang 100% yang sulit dilakukan secara lapangan serta &#13;
FFA total yang didapatkan 4,667% dan model aktual yang didapatkan produksi minyak sawit &#13;
21,5% dengan memiliki FFA total 4,40%. Secara implikasi manajerial dua model yang &#13;
dilakukan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada secara optimal, saran model yang &#13;
digunakan adalah model aktual yang dapat menyelesaikan permasalahan berdasarkan kejadian &#13;
lapangan secara langsung dengan merekomendasikan perubahan SOP berdasarkan data aktual. &#13;
Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan riset lebih dalam terkait faktor lain &#13;
seperti faktor mesin, faktor distribusi perstasiun, faktor penyimpanan tangka perstasiun, data &#13;
yang digunakan lebih banyak, dan menggabungkan metode lain dengan goal programming.
Sektor Industri Kelapa Sawit memiliki tantangan dalam produksi secara kuantitas dan kualitas. Metode goal programming dapat menentukan dua tujuan sekaligus untuk dioptimalkan.
</summary>
<dc:date>2025-10-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS REORDER POINT (ROP) PENYEDIAAN CARDBOARD BOX PT XX DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11598" rel="alternate"/>
<author>
<name>Himawan, Syauqi</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11598</id>
<updated>2024-03-25T02:57:37Z</updated>
<published>2024-03-22T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS REORDER POINT (ROP) PENYEDIAAN CARDBOARD BOX PT XX DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ)
Himawan, Syauqi
This research is about looking at the effect of implementation re-order point using the inventory system method Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ) on PT XX inventory with the aim of being able to help PT XX overcome the problems it is currently facing, namely lost sales or lost sales resulting from inventory shortages cardboard box which is an object that the company uses to send the goods being sold to the buyer so that the goods are not damaged while on the way to the buyer's place. From January 2023 to July 2023 the company will not be able to meet demand at this point service level The existing rate is 95% where the average company is only able to meet up to 64%service level which occurs due to the absence of inventory planning, especially the absence of inventory re-order point when in stock cardboard box reached a certain point to be reordered to avoid out of stock. The method used is Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ).&#13;
The results show which EOQ method is the best method that can provide a reduction effect lost sales PT XX was 100% with conditions where demand planning for that period was in accordance with existing demand, while the POQ method almost reached 100% where in one month the company still experienced a shortage of inventory cardboard box.
</summary>
<dc:date>2024-03-22T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS REORDER POINT (ROP) PENYEDIAAN CARDBOARD BOX PT XX DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11450" rel="alternate"/>
<author>
<name>Himawan, Syauqi</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11450</id>
<updated>2024-03-21T03:07:05Z</updated>
<published>2024-03-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS REORDER POINT (ROP) PENYEDIAAN CARDBOARD BOX PT XX DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN PERIOD ORDER QUANTITY (POQ)
Himawan, Syauqi
This research is about looking at the effect of implementation re-order point using the inventory system method Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ) on PT XX inventory with the aim of being able to help PT XX overcome the problems it is currently facing, namely lost sales or lost sales resulting from inventory shortages cardboard box which is an object that the company uses to send the goods being sold to the buyer so that the goods are not damaged while on the way to the buyer's place. From January 2023 to July 2023 the company will not be able to meet demand at this point service level The existing rate is 95% where the average company is only able to meet up to 64%service level which occurs due to the absence of inventory planning, especially the absence of inventory re-order point when in stock cardboard box reached a certain point to be reordered to avoid out of stock. The method used is Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ).&#13;
The results show which EOQ method is the best method that can provide a reduction effect lost sales PT XX was 100% with conditions where demand planning for that period was in accordance with existing demand, while the POQ method almost reached 100% where in one month the company still experienced a shortage of inventory cardboard box.
</summary>
<dc:date>2024-03-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perancangan dan Pengukuran Kinerja Reverse Supply Chain Untuk Sampah Domestik Dengan Pendekatan Supply Chain Operations Reference (Studi Kasus: Waste4Change)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9281" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9281</id>
<updated>2023-08-08T22:56:18Z</updated>
<published>2023-08-08T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan dan Pengukuran Kinerja Reverse Supply Chain Untuk Sampah Domestik Dengan Pendekatan Supply Chain Operations Reference (Studi Kasus: Waste4Change)
Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi perhatian serius karena sampai saat ini sebagian besar sampah domestik yang dihasilkan masih dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akan tetapi semakin berkembangnya industri 4.0 saat ini, pelaku usaha mulai bermunculan untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah dan persaingan industri saat ini juga memaksa para pelaku usaha agar meningkatkan sifat kompetitifnya guna bertahan dengan para pesaing lain. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan sampah di Indonesia adalah Waste4Change. Waste4Change memiliki misi atau tujuan untuk mengurangi jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) demi mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih bijak guna mewujudkan circular economy dan zero-waste di Indonesia. Demi mencapai tujuan tersebut dengan tetap dapat bersaing di tengah persaingan yang ketat, perusahaan perlu melakukan pengukuran terhadap kinerja rantai pasoknya. Waste4Change dalam menjalani proses bisnis rantai pasoknya menerapkan konsep circular economy di mana kegiatan utamanya adalah recycling atau mendaur ulang sampah domestik pada layanan collect &amp; create. Aliran rantai pasok yang dijalankan Waste4Change pada layanan collect &amp; create menerapkan prinsip reverse logistics di mana cycle view penelitian ini berfokus pada procurement cycle yang melibatkan aktor supplier dan manufacturer. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan Key Performance Indicator (KPI) menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan pengukuran nilai KPI menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja rantai pasok Waste4Change dalam memberikan pelayanannya kepada para pelanggan. Terdapat 14 KPI yang telah diidentifikasi dan divalidasi yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja rantai pasok Waste4Change. Dari hasil perhitungan, nilai akhir kinerja rantai pasok Waste4Change sebesar 70,41 dari skala maksimal yaitu 100 atau dapat dikategorikan cukup berdasarkan indikator sistem penilaian Snorm de Boer. Hasil analisis KPI dilakukan menggunakan Traffic Light System (TLS) di mana satu KPI memperoleh hasil kinerja yang sangat memuaskan, delapan KPI memperoleh hasil kinerja marjinal atau cukup memuaskan, dan lima KPI lainnya memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengukur kinerja rantai pasok Waste4Change pada layanan collect &amp; create untuk sampah domestik baik organik maupun anorganik kecuali sampah yang mengandung bahan kimia seperti limbah rumah sakit. Waste4Change merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan sampah di Indonesia di mana menerapkan konsep bisnis berlandaskan circular economy dan reverse logistics.
</summary>
<dc:date>2023-08-08T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
