<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>MECHANICAL ENGINEERING (TEKNIK MESIN)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/30" rel="alternate"/>
<subtitle>Collections of Mechanical Engineering Department</subtitle>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/30</id>
<updated>2026-04-14T11:14:14Z</updated>
<dc:date>2026-04-14T11:14:14Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS TERJADINYA DEFECT BURRY PADA PART DOOR TRIM MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DI PT SUGITY CREATIVES</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15762" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sugiarto, Irvan</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15762</id>
<updated>2026-02-25T14:52:29Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS TERJADINYA DEFECT BURRY PADA PART DOOR TRIM MENGGUNAKAN METODE ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DI PT SUGITY CREATIVES
Sugiarto, Irvan
Proses injection molding merupakan salah satu metode utama dalam industri manufaktur otomotif untuk memproduksi komponen plastik dengan tingkat presisi dan jumlah produksi yang tinggi. Namun, dalam pelaksanaannya masih sering ditemukan cacat produksi (defect) yang dapat menurunkan kualitas produk, salah satunya adalah defect burry. Laporan kerja praktik ini membahas analisis terjadinya defect burry pada part door trim yang diproduksi menggunakan mesin resin injection molding di PT Sugity Creatives. Metode yang digunakan dalam analisis adalah Root Cause Analysis (RCA) dengan pendekatan diagram fishbone dan metode 5W+1H untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis.&#13;
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area produksi (genba), wawancara dengan pihak utility, serta studi literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya defect burry adalah penurunan tekanan clamping unit yang disebabkan oleh kebocoran pada seal silinder hidrolik. Kondisi tersebut mengakibatkan mold tidak tertutup secara optimal sehingga material resin keluar dari area parting line saat proses injeksi berlangsung. Berdasarkan hasil analisis, disarankan adanya peningkatan pengendalian tekanan clamping melalui verifikasi berkala menggunakan pressure gauge eksternal, penambahan poin inspeksi pada check sheet perawatan, serta pelatihan ulang operator terkait pengoperasian mesin sesuai standar operasional prosedur (SOP). Diharapkan hasil analisis ini dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam upaya peningkatan kualitas produk serta keandalan mesin injection molding di perusahaan.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGEMBANGAN MOBILE ROBOT KOLABORATIF MENGGUNAKAN DOCKING ELEKTROMAGNETIK BERBASIS SOLENOID UNTUK FORMASI STATIS DAN DINAMIS</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15752" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hehamahwa, Arbhy Bramantya</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15752</id>
<updated>2026-02-24T13:58:29Z</updated>
<published>2026-02-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGEMBANGAN MOBILE ROBOT KOLABORATIF MENGGUNAKAN DOCKING ELEKTROMAGNETIK BERBASIS SOLENOID UNTUK FORMASI STATIS DAN DINAMIS
Hehamahwa, Arbhy Bramantya
Penelitian ini mengembangkan sistem mobile robot kolaboratif dengan mekanisme docking elektromagnetik berbasis solenoid untuk pembentukan formasi statis dan dinamis. Platform terdiri dari dua robot (pemimpin–pengikut) dengan mobilitas omnidirectional (roda mecanum) dan sistem lokalisasi indoor berbasis Ultra-Wideband(UWB) menggunakan 4 anchor dan 1 tag, sementara posisi (x,y) diestimasi menggunakan multilaterasi. Eksperimen pendukung dilakukan untuk mengkarakterisasi medan magnet solenoid terhadap variasi tegangan (3–12 V) dan jarak, sedangkan eksperimen utama mengevaluasi pengaruh jarak awal dan duty cycle motor (86%, 90%, 95%) terhadap selisih sudut (heading) serta perubahan tegangan baterai melalui normalisasi terhadap jarak dan waktu, termasuk pengujian gerak dinamis saat kedua robot bergerak sambil mempertahankan docking. Hasil menunjukkan medan magnet meningkat seiring kenaikan tegangan dan menurun tajam terhadap jarak, serta sistem docking mencapai tingkat keberhasilan 100% dengan galat orientasi di bawah 3° pada seluruh variasi duty cycle; posisi awal di area tengah anchor cenderung menghasilkan deviasi sudut lebih besar akibat akumulasi noise UWB, dan peningkatan duty cycle meningkatkan beban tegangan/konsumsi daya meskipun tidak mengubah galat orientasi secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi UWB–IMU dan docking solenoid mampu menghasilkan sistem kolaboratif yang andal, namun peningkatan stabilitas heading masih dapat dicapai melalui penerapan kontrol dan filtrasi sinyal yang lebih baik.
</summary>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERBASIS  SERAT KULIT BUAH PINANG DENGAN MATRIKS  RESIN EPOKSI</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15751" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sarena, Putra</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15751</id>
<updated>2026-02-26T02:27:29Z</updated>
<published>2026-02-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERBASIS  SERAT KULIT BUAH PINANG DENGAN MATRIKS  RESIN EPOKSI
Sarena, Putra
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan kimia &#13;
menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) dan asam asetat (CH₃COOH), serta &#13;
variasi fraksi volume serat terhadap sifat mekanik komposit berbasis serat kulit buah pinang &#13;
dengan matriks resin epoxy. Serat kulit buah pinang digunakan sebagai bahan penguat &#13;
alami karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi, densitas rendah, serta ketersediaan &#13;
yang melimpah sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti serat sintetis pada &#13;
material komposit. &#13;
&#13;
Proses penelitian diawali dengan ekstraksi serat dari kulit buah pinang, kemudian &#13;
dilakukan dua jenis perlakuan kimia, yaitu alkalisasi menggunakan larutan NaOH 5% dan &#13;
asetilasi menggunakan larutan CH₃COOH 5%. Perlakuan ini bertujuan untuk &#13;
menghilangkan lignin dan hemiselulosa, memperbaiki kekasaran permukaan, serta &#13;
meningkatkan kemampuan adhesi antara serat dan matriks resin epoxy. Serat yang telah &#13;
diperlakukan kemudian dicampurkan dengan resin epoxy dan katalis sesuai variasi fraksi &#13;
volume serat tertentu untuk menghasilkan spesimen komposit. &#13;
&#13;
Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik, uji lentur, dan uji kekerasan guna &#13;
mengevaluasi pengaruh jenis perlakuan dan variasi fraksi serat terhadap kekuatan mekanik &#13;
komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan alkalisasi maupun asetilasi &#13;
mampu meningkatkan adhesi antarmuka serat–matriks, dengan perlakuan alkali &#13;
memberikan peningkatan kekuatan tarik yang lebih signifikan. Peningkatan fraksi volume &#13;
serat hingga batas optimum juga meningkatkan kekuatan mekanik komposit, namun fraksi &#13;
berlebih menyebabkan terbentuknya void dan menurunkan homogenitas material. &#13;
&#13;
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat kulit buah &#13;
pinang yang diberi perlakuan kimia memiliki potensi besar sebagai bahan penguat alami &#13;
dalam komposit berbasis resin epoxy. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi &#13;
terhadap pengembangan material komposit ramah lingkungan yang mendukung &#13;
pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah.
</summary>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH POLA GEOMETRI PERMUKAAN HASIL PROSES WIRE ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING (WEDM) TERHADAP SIFAT KETERBASAHAN ALUMINIUM 7075</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15748" rel="alternate"/>
<author>
<name>Wijaya, Indra Syahlani</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15748</id>
<updated>2026-02-24T07:18:24Z</updated>
<published>2026-02-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH POLA GEOMETRI PERMUKAAN HASIL PROSES WIRE ELECTRICAL DISCHARGE MACHINING (WEDM) TERHADAP SIFAT KETERBASAHAN ALUMINIUM 7075
Wijaya, Indra Syahlani
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi pola geometri hasil proses Wire Electrical Discharge Machining (WEDM) terhadap sifat keterbasahan Aluminium 7075, yang berpotensi mencapai kondisi superhidrofobik akibat energi permukaan intrinsiknya yang rendah. Penelitian dilakukan dengan memvariasi pola (straight, sinusoidal, rectangle, dovetail) dan diameter kawat (0,010 dan 0,012 inci) metode pengukuran CA dan CAH diukur sebagai menggunakan contact angle goniometer dengan metode sessile drop untuk CA dan needle embedded sessile drop untuk CAH. Analisis data CAH dengan pendekatan numerik berbasis metode DropenVideo untuk memastikan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan pola sinusoidal dengan diameter kawat 0,010 inci menghasilkan CA 162,66° dan CAH 5,64°, mengindikasikan kondisi superhidrofobik stabil dengan klasifikasi wetting state Cassie–Cassie. Sebaliknya, pola straight dengan diameter sama hanya mencapai CA 119,44° dan CAH 35,589° yang menunjukkan kondisi mixed wetting. Analisis pemodelan parameter kekasaran optimal dicapai melalui kombinasi faktor kekasaran nano rendah (R ≈ 1,213), distribusi kekasaran merata (φ ≈ 0,213), dan fraksi kontak padat minimal (fₛ ≈ 0,045) sehingga trapping udara mencapai 95,45%. Menyimpulkan pola geometri dan diameter kawat pada proses WEDM secara signifikan menentukan karakteristik kekasaran dan kondisi wetting state.
</summary>
<dc:date>2026-02-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
