<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/38" rel="alternate"/>
<subtitle>Collections of International Relations Department</subtitle>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/38</id>
<updated>2026-04-18T09:24:56Z</updated>
<dc:date>2026-04-18T09:24:56Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Kerangka Indo-Pasifik Terhadap Navigasi Arah Kebijakan Geopolitik Association of Southeast Asian Nations (ASEAN): Studi Kasus Sentralitas ASEAN Sebagai Respons Balancing Terhadap Peaceful Development China</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15657" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sembiring, Ivan Dalin</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15657</id>
<updated>2026-02-18T01:29:40Z</updated>
<published>2026-02-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kerangka Indo-Pasifik Terhadap Navigasi Arah Kebijakan Geopolitik Association of Southeast Asian Nations (ASEAN): Studi Kasus Sentralitas ASEAN Sebagai Respons Balancing Terhadap Peaceful Development China
Sembiring, Ivan Dalin
Dinamika geopolitik yang mengalami peralihan kepada konsep Indo-Pasifik memungkinkan negara-negara dan aktor-aktor yang ada di dalamnya melakukan penyesuaian ulang. Oleh karena itu, Laporan Tugas Akhir ini berusaha untuk mengkaji pengaruh kerangka Indo-Pasifik terhadap arah kebijakan geopolitik ASEAN dengan berfokus pada sentralitas ASEAN sebagai respons balancing terhadap Peaceful Development China. Karya ilmiah ini berusaha mendudukkan fakta dan argumen bahwa meskipun ASEAN secara historis telah menggunakan strategi untuk menavigasi kompetisi kekuatan besar, kondisi saat ini adalah hal yang belum memiliki preseden seperti sebelumnya. Penulisan karya ini menerapkan perspektif neorealisme, menggunakan konsep soft balancing yang dikemukakan oleh T. V. Paul sebagai kerangka analisis utama untuk menjelaskan bagaimana ASEAN beroperasi. Karya ilmiah ini berusaha untuk mengisi ruang kosong pada literatur yang ada dengan mengeksplorasi bagaimana organisasi regional dari negara-negara middle power seperti ASEAN dapat secara efektif menyeimbangkan Peaceful Development China. ASEAN mencanangkan kerangka kerja informal dan pendekatan kolektif instusional di dalam ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dan Sentralitas ASEAN yang terbukti merupakan soft balancing terhadap China. &#13;
Kata kunci: Balancing, Peaceful Development, Indo-Pasifik, Sentralitas ASEAN&#13;
&#13;
&#13;
The geopolitical dynamics shifting toward the Indo-Pacific concept enable the states and actors within it to undertake readjustments. Therefore, this thesis aims to examine the influence of the Indo-Pacific framework on the direction of ASEAN’s geopolitical policy, focusing on ASEAN centrality as a balancing response to China’s Peaceful Development. This study seeks to establish the facts and arguments that, although ASEAN has historically used strategies to navigate great power competition, the current situation is without precedent. The writing of this work applies a neorealist perspective, employing T. V. Paul’s concept of soft balancing as the main analytical framework to explain how ASEAN operates. This study attempts to fill a gap in the existing literature by exploring how a regional organization made up of middle powers such as ASEAN can effectively balance China’s Peaceful Development. ASEAN has articulated an informal framework and a collective institutional approach in the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), and ASEAN centrality has been shown to function as soft balancing against China.&#13;
Kata kunci: Balancing, Peaceful Development, Indo-Pacific, ASEAN Centrality
</summary>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hubungan Antara Business to Government PT Unibless Indo Multi dengan Neoliberal Institutionalism</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15656" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sembiring, Ivan Dalin</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15656</id>
<updated>2026-02-18T01:29:02Z</updated>
<published>2026-02-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hubungan Antara Business to Government PT Unibless Indo Multi dengan Neoliberal Institutionalism
Sembiring, Ivan Dalin
</summary>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI ASEAN  TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025  TERHADAP PERTUMBUHAN PARIWISATA:  DESTINASI SUPER PRIORITAS (DSP) MANDALIKA  DAN LIKUPANG</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15623" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fatoni Nur Hidayah, Gadis AYu</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15623</id>
<updated>2026-02-13T10:08:53Z</updated>
<published>2026-02-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI ASEAN  TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025  TERHADAP PERTUMBUHAN PARIWISATA:  DESTINASI SUPER PRIORITAS (DSP) MANDALIKA  DAN LIKUPANG
Fatoni Nur Hidayah, Gadis AYu
Penelitian ini membahas mengenai implementasi ASEAN  Tourism  Strategic Plan (ATSP) 2016 - 2025 terhadap pengembangan sektor pariwisata di dua Daerah Super Prioritas (DSP) prioritas di Indonesia, yaitu DSP Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan DSP Likupang di Sulawesi Utara. Kedua DSP ini termasuk dalam program nasional “10 New Bali’s” dan telah dipromosikan dalam forum- forum pariwisata ASEAN sebagai destinasi unggulan. Namun, dari hasil promosi menunjukkan adanya kesenjangan pada DSP Mandalika yang menarik investasi lebih banyak dibandingkan DSP Likupang, Oleh karenanya penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi ATSP dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata di kedua kawasan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Rezim Internasional milik Andresen dan Wettestad (1995). Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengandalkan data sekunder berupa dokumen kebijakan nasional, laporan ASEAN, serta literatur ilmiah terkait kerja sama pariwisata regional dan strategi pembangunan kawasan. Data tersebut akan di analisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATSP berfungsi sebagai kerangka normatif yang memberikan arah strategis bagi kebijakan pariwisata nasional, namun implementasinya di tingkat lokal dipengaruhi oleh konteks institusional, model pengelolaan kawasan, dan kapasitas perencanaan daerah. Perbedaan pola implementasi tersebut menjelaskan variasi jalur pengembangan pariwisata dan dinamika investasi antara Mandalika dan Likupang, meskipun keduanya berada dalam rezim kebijakan regional yang sama.
</summary>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>UPAYA DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DALAM MENGATASI TANTANGAN LINTAS NEGARA DALAM PENGELOLAAN WNA ASEAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) INDONESIA</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15622" rel="alternate"/>
<author>
<name>Marvenotri, Alki</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15622</id>
<updated>2026-02-13T10:08:30Z</updated>
<published>2026-02-13T00:00:00Z</published>
<summary type="text">UPAYA DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN DALAM MENGATASI TANTANGAN LINTAS NEGARA DALAM PENGELOLAAN WNA ASEAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) INDONESIA
Marvenotri, Alki
Laporan Kerja Praktik ini membahas upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mengatasi tantangan lintas negara pada pengelolaan Warga Negara Asing (WNA) asal ASEAN di lembaga pemasyarakatan Indonesia, di mana meningkatnya kejahatan lintas negara di kawasan Asia Tenggara berdampak pada bertambahnya jumlah WNA yang berhadapan dengan hukum dan menuntut sistem pemasyarakatan untuk tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan aspek diplomatik, kerja sama regional, dan perlindungan hak asasi manusia. Kerja Praktik ini dilaksanakan pada Direktorat Teknologi Informasi dan Kerja Sama (Tekforma) Subdirektorat Kerja Sama dengan metode observasi, partisipasi langsung dalam kegiatan administrasi, notulensi rapat, dokumentasi, serta keterlibatan dalam koordinasi lintas instansi dan perwakilan diplomatik. Hasil Kerja Praktik menunjukkan bahwa pengelolaan WNA ASEAN menghadapi berbagai tantangan utama, seperti perbedaan sistem hukum antarnegara, keterbatasan dokumen identitas, lambatnya koordinasi konsuler, serta kondisi overkapasitas lembaga pemasyarakatan. Untuk mengatasi hal tersebut, Ditjen Pemasyarakatan melakukan penguatan koordinasi lintas instansi nasional, menjalin komunikasi dengan kedutaan besar negara asal WNA, serta mendorong peningkatan sistem pendataan dan dokumentasi. Analisis laporan ini menggunakan pendekatan state-centric dan human security untuk menunjukkan upaya negara dalam menyeimbangkan kepentingan kedaulatan hukum dengan perlindungan hak individu, sehingga Kerja Praktik ini memberikan pemahaman praktis dan akademik mengenai pengelolaan WNA ASEAN sebagai bagian dari dinamika hubungan internasional dan kerja sama regional.
</summary>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
