<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>DISSERTATIONS AND THESES (LG)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/66" rel="alternate"/>
<subtitle>Collections of Logistics Engineering Students' Dissertations and Theses</subtitle>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/66</id>
<updated>2026-04-19T11:08:53Z</updated>
<dc:date>2026-04-19T11:08:53Z</dc:date>
<entry>
<title>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15764" rel="alternate"/>
<author>
<name>Handoko, Fatrah</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15764</id>
<updated>2026-02-26T04:40:37Z</updated>
<published>2026-02-10T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)
Handoko, Fatrah
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
</summary>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS PENGUKURAN KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS: PT. PRIMA MULTI TERMINAL)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15763" rel="alternate"/>
<author>
<name>Salsabiella, Azkia</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15763</id>
<updated>2026-02-25T09:52:40Z</updated>
<published>2026-02-25T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS PENGUKURAN KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS: PT. PRIMA MULTI TERMINAL)
Salsabiella, Azkia
Kinerja operasional bongkar muat peti kemas di PT Prima Multi Terminal menghadapi permasalahan berupa pemanfaatan fasilitas dan peralatan yang belum optimal, ditandai dengan adanya kapasitas infrastruktur yang tidak terpakai secara maksimal, penurunan frekuensi kunjungan kapal, serta kondisi peralatan bongkar muat yang sering mengalami gangguan. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan sebelumnya belum mampu mengukur tingkat efisiensi operasional secara objektif dan komprehensif antar unit kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi kinerja operasional bongkar muat peti kemas menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Metode yang digunakan adalah DEA-BCC dengan asumsi Variable Return to Scale (VRS) dan ouput- oriented. Variabel input meliputi panjang dermaga, luas lapangan penumpukan peti kemas, jumlah quay crane, dan jumlah yard crane, sedangkan variabel output berupa container throughput. Decision Making Units (DMU) yang dianalisis adalah Terminal Belawan dan Terminal Kuala Tanjung. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat efisiensi antar DMU, di mana beberapa unit telah beroperasi secara efisien sementara unit lainnya masih belum efisien akibat pemanfaatan sumber daya dan skala operasional yang belum optimal. Analisis DEA juga mengidentifikasi potensi perbaikan melalui peningkatan produktivitas operasional tanpa memerlukan penambahan infrastruktur baru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan manajerial dalam upaya peningkatan efisiensi dan kinerja operasional PT Prima Multi Terminal.
</summary>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15724" rel="alternate"/>
<author>
<name>Handoko, Fatrah</name>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15724</id>
<updated>2026-02-23T03:16:36Z</updated>
<published>2026-02-12T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)
Handoko, Fatrah
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
</summary>
<dc:date>2026-02-12T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PREDIKSI PERMINTAAN FROZEN FOOD MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO (STUDI KASUS: PT XYZ)</title>
<link href="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15696" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15696</id>
<updated>2026-02-21T01:58:27Z</updated>
<published>2026-02-17T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PREDIKSI PERMINTAAN FROZEN FOOD MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO (STUDI KASUS: PT XYZ)
Pengelolaan persediaan yang kurang efektif pada perusahaan Frozen Food berpotensi menimbulkan risiko kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (stockout) akibat fluktuasi permintaan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan merancang perencanaan persediaan dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo serta mengevaluasi tingkat akurasi prediksi melalui Mean Absolute Error (MAE). Objek penelitian adalah PT XYZ yang berlokasi di Jakarta Pusat, dengan data penjualan periode Januari hingga Oktober 2025 pada dua varian produk, yaitu Fish merek Aruna dan Seafood merek Cedea. Metode Monte Carlo diterapkan untuk mensimulasikan kemungkinan permintaan di masa mendatang berdasarkan distribusi probabilitas dari data historis. Selanjutnya, hasil simulasi dianalisis menggunakan MAE guna mengukur tingkat keakuratan model dan memastikan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi Monte Carlo mampu menghasilkan prediksi yang cukup akurat dan dapat dijadikan dasar dalam perencanaan persediaan. Untuk periode perencanaan tiga bulan mendatang, varian Fish memiliki rata-rata jumlah pemesanan sebesar 4,74 dengan rata-rata stok akhir 9,12, sedangkan varian Seafood menunjukkan rata-rata pemesanan 3,28 dengan rata-rata stok akhir 9,57. Nilai MAE yang masih berada dalam batas toleransi mengindikasikan bahwa perbedaan antara data aktual dan hasil simulasi relatif kecil. Dengan demikian, penerapan metode Monte Carlo terbukti efektif dalam membantu perusahaan mengoptimalkan jumlah persediaan, mengurangi biaya penyimpanan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam manajemen persediaan.
</summary>
<dc:date>2026-02-17T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
