<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/102">
<title>STUDENTS PAPER (GL)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/102</link>
<description>Collections of Geological Engineering Students' Paper</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11669"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9611"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9558"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/8335"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-19T16:44:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11669">
<title>ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN SERTA PEMETAAN RISIKO PADA FORMASI PEMATANG, MENGGALA DAN BANGKO, SUB-CEKUNGAN KIRI, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/11669</link>
<description>ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN SERTA PEMETAAN RISIKO PADA FORMASI PEMATANG, MENGGALA DAN BANGKO, SUB-CEKUNGAN KIRI, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH
Ruhama, Adzillah
Penelitian ini dilakukan pada Sub-Cekungan Kiri berlokasi pada bagian barat Cekungan Sumatra Tengah dengan luas ±1.000 km2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persebaran pola struktur geologi, persebaran fasies lingkungan pengendapan dan analisis risiko terhadap seluruh elemen sistem minyak bumi. Berdasarkan hipotesis yang disimpulkan dari peneliti sebelumnya bahwa lokasi penelitian merupakan half-graben yang terbentuk karena adanya sesar normal (Eosen - Oligosen) dengan orientasi utara - selatan dan terdapat sesar geser menganan (Miosen Awal) dengan orientasi barat laut - tenggara yang berhubungan dengan sesar regional Sumatra. &#13;
Terdapat 31 lintasan seismik dan tiga sumur, yaitu AD-1, AD-2 dan AD-3 yang digunakan pada penelitian ini. Metodologi pada penelitian ini sepenuhnya dilakukan secara komputasi dan mengacu pada beberapa rujukan untuk menghasilkan persebaran pola struktur, persebaran fasies lingkungan pengendapan dan analisis risiko. &#13;
Hasil pada lokasi penelitian menunjukkan persebaran pola struktur geologi terdiri dari sesar normal mayor (Eosen - Oligosen) dengan orientasi utara - selatan yang tidak berpasangan, sehingga sub-cekungan pada lokasi penelitian berupa half-graben dan sesar geser menganan (Miosen Awal) dengan orientasi barat laut - tenggara yang terpengaruh oleh bergeraknya sesar geser regional Sumatra (Miosen Awal - Resen), sehingga sangat mungkin jika sesar geser menganan pada lokasi penelitian menerus hingga lapisan termuda. Persebaran fasies lingkungan pengendapan terdiri dari lingkungan pengendapan lakustrin (Eosen - Oligosen) dengan fasies lake distributary channel, fasies lake mouth bar, fasies shallow lake dan fasies deep lake. Lingkungan pengendapan laut dangkal (Miosen Awal), terdiri dari fasies lower shoreface, fasies inner shelf dan fasies mid-outer shelf. Lingkungan pengendapan laut dalam (Miosen Awal), terdiri dari fasies lower submarine fan dan fasies basin plain. Analisis risiko berdasarkan kehadiran elemen sistem minyak bumi dan perangkap menghasilkan area sumur AD-1 memiliki risiko tinggi, sedangkan sumur AD-2 dan sumur AD-3 memiliki risiko rendah. Terdapat dua perangkap, yaitu perangkap stratigrafi pada sumur AD-1 dan perangkap struktural pada sumur AD-2 dan AD-3 yang berhubungan dengan sesar geser regional (Miosen Awal - Resen), sehingga dapat dijadikan sebagai catatan khusus.
</description>
<dc:date>2024-03-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9611">
<title>APLIKASI METODE SPATIAL MULTI CRITERIA  EVALUATION (SMCE) UNTUK PERENCANAAN TEMPAT  PEMROSESAN AKHIR (TPA) DI KABUPATEN LAMONGAN  DAN KAITAN PEMILIHAN LOKASI TPA DENGAN KUALITAS  AIR TANAH DI SEKITAR TPA TAMBAKRIGADUNG  LAMONGAN</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9611</link>
<description>APLIKASI METODE SPATIAL MULTI CRITERIA  EVALUATION (SMCE) UNTUK PERENCANAAN TEMPAT  PEMROSESAN AKHIR (TPA) DI KABUPATEN LAMONGAN  DAN KAITAN PEMILIHAN LOKASI TPA DENGAN KUALITAS  AIR TANAH DI SEKITAR TPA TAMBAKRIGADUNG  LAMONGAN
Zudar, Putri Oktavia
Penelitian ini bertujuan untuk menetukan lokasi TPA yang sesuai dengan kriteria regional dan &#13;
kriteria penyisih yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam SNI 03-3241-1994 menggunakan &#13;
metode spatial multi criteria evaluation (SMCE) dan menentukan kualitas air tanah di wilayah sekitar &#13;
TPA Tambakrigadung berdasarkan standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk keperluan higiene &#13;
sanitasi pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Selanjutnya &#13;
akan ditarik kesimpulan bagaimana lokasi perencanaan TPA yang sesuai dengan lokasi TPA yang &#13;
ada sekarang dan kaitannya dengan kualitas air tanah pada wilayah tersebut. Hasil yang didapatkan &#13;
adalah wilayah dengan nilai kesesuaian tertinggi terletak di wilayah Kecamatan Bluluk, Modo, &#13;
Kedungpring, Ngimbang, Sambeng, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Tikung, Sarirejo, Brondong dan &#13;
Paciran. Dengan 83.4% wilayah berada di kawasan hutan produksi. TPA Tambakrigadung tidak &#13;
berada pada lokasi yang sesuai untuk dijadikan TPA dan kualitas air tanah di sekitar TPA &#13;
Tambakrigadung tidak memenuhi baku mutu pada parameter bau, kekeruhan, warna, jumlah zat &#13;
padat terlarut dan kandungan Mangan terlarut.
</description>
<dc:date>2023-08-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9558">
<title>Geologi Daerah Pilangrejo dan Sekitarnya, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I Yogyakarta</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/9558</link>
<description>Geologi Daerah Pilangrejo dan Sekitarnya, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I Yogyakarta
Penelitian dilakukan di daerah Pilangrejo dan Desa sekitarnya, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I Yogyakarta dengan tujuan mengetahui keadaan geologi dan merekonstruksi sejarah geologi daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi studi literatur dan pengambilan data primer berupa data geologi permukaan yang kemudian dianalisis, sehingga dapat menghasilkan peta kelurusan, peta kemiringan lereng, peta pola aliran sungai, peta geomorfologi, peta lintasan, peta geologi, kolom stratigrafi, penampang, dan sejarah geologi daerah penelitian. Geomorfologi daerah penelitian terbagi atas dua satuan, yaitu Satuan Punggungan Blok Sesar dan Satuan Dataran Karst. Lokasi penelitian berada di Pegunungan Selatan Jawa yang didominasi oleh produk gunung api dan sedimen klastik. Berdasarkan dari hasil pemetaan dan analisis laboratorium, stratigrafi daerah penelitian terdiri atas empat satuan batuan dengan urutan pengendapan dari tua ke muda, yaitu Satuan Tuff 1 dan Satuan Breksi Piroklastik berumur Miosen Awal, serta Satuan Tuff 2 dan Satuan Batugamping berumur Miosen Tengah. Sejarah pembentukan daerah penelitian dimulai ketika Miosen Awal, terjadi erupsi dari Gunung Purba Semilir yang menyebabkan terbentuknya Satuan Tuff 1. Pada kala yang sama terjadi peningkatan aktivitas vulkanisme di selatan Pulau Jawa yang menyebabkan terjadi erupsi gunungapi yang ada di sepanjang selatan Pulau Jawa yang ditandai dengan hadirnya Satuan Breksi Piroklastik. Pada Kala Miosen Tengah, Satuan Tuff 2 diendapkan yang kemudian diikuti dengan diendapkannya Satuan Batugamping karena pengurangan intensitas tektonisme. Setelah Miosen Tengah mengindikasikan bahwa aktivitas tektonisme meningkat kembali dan mulai terjadi pengangkatan dan pemiringan lapisan batuan pada daerah penelitian.
</description>
<dc:date>2023-08-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/8335">
<title>Analysis of Potential Development of the Pelang Wonocoyo Tourism Area as a Geotourism Object in Panggul District, Trenggalek, East Java</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/8335</link>
<description>Analysis of Potential Development of the Pelang Wonocoyo Tourism Area as a Geotourism Object in Panggul District, Trenggalek, East Java
Hasbul, Adana
This study discusses "Analysis of Potential Development of the Pelang Wonocoyo Tourism Area as a Geotourism Object in Panggul District, Trenggalek, East Java". In the research area there are five geological landscape objects that have the potential to become geotourism destinations, such as: sea arches, beaches, waterfalls, caves, and cliffs within one tourism area. The purpose of this study is to analyze the value of the geological uniqueness of each geosite in Pelang tourism, also to analyze the potential and feasibility of Pelang tourism as a geotourism destination. The methods used in this research include four types, such as: remote sensing, interview surveys and questionnaires, scoring, and spot sampling. In the study area there are four constituent formations, such as: Alluvium (Qa), Wonosari Formation (Tmwl), Oyo Formation (Tmo), and Mandalika Formation (Tomm). In the study area there are five types of geomorphology, such as: karst plateaus, karst hills, ridge fault zones, alluvial plains, and coastal plains. In the research area (especially the area of interest) there is a geological history in the form of sea flooding during the early Miocene to sea decline during the late Miocene to Pliocene so that the karst plateau experienced uplift caused by a decrease in sea level, then during the Pleistocene there were glacial-interglacial periods. resulting in continued sea shrinkage and the formation of fluvial systems, as well as the formation of cliff cavities due to dissolving activity triggered by interactions between carbonate compounds and water, then during the Holocene epoch formation of beaches occurred from accumulation of sediment deposits that had accumulated in one place. In the study area, the majority of land uses are teak, pine, and sengon forests. In the research area there is biodiversity in the form of: white egrets, and turtles, as well as cultural diversity in the form of: wayang and jaranan. Pelang Tourism received a positive response from residents, managers, and the Trenggalek Tourism Office to develop it into a geological heritage through interviews and questionnaire surveys. Pelang Tourism also has a geoheritage feasibility value of 58.68% so that it can be categorized as "deserved to be developed" as a geotourism destination.
</description>
<dc:date>2023-03-16T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
