<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/35">
<title>FACULTY OF EXPLORATION AND PRODUCTION TECHNOLOGY</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/35</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15746"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15743"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15731"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15719"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-14T10:55:41Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15746">
<title>Geologi, Alterasi, Dan Mineralisasi Pada Daerah Tirtoyudo Dan Sekitarnya, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15746</link>
<description>Geologi, Alterasi, Dan Mineralisasi Pada Daerah Tirtoyudo Dan Sekitarnya, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
Amri, Annisa Kharisma
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, yang termasuk kedalam Zona Pegunungan Selatan Jawa. Dari segi fisiografi, daerah Pegunungan Selatan Jawa Timur terletak di dalam jalur magmatik Sunda - Banda yang telah lama dikenal sebagai tempat sebaran mineral-logam seperti emas (Au), molibdenum (Mo), dan tembaga (Cu) dalam Formasi Mandalika. Tujuan utama penelitian ini untuk memetakan zonasi alterasi dan mengidentifikasi karakteristik dan persebaran mineraloginya menggunakan integrasi pengamatan lapangan, petrografi, mineragrafi, dan analisis spektral digital. Metode pengambilan data dilakukan melalui pengukuran titik pada setiap sampel batuan, kemudian didapatkan hasil identifikasi mineralogi dari ekstraksi database spektrometer Analytical Spectral Devices (ASD). Hasil analisis menunjukkan kehadiran himpunan mineral yang terdapat di area penelitian. Berdasarkan asosiasi mineral tersebut, daerah penelitian dibagi menjadi lima zona alterasi, yaitu: Zona Alterasi Dikit ± Pirofilit ± Kaolinit (Argilik Lanjut), Zona Alterasi Ilit ± Smektit ± Kaolinit (Argilik), Zona Alterasi Serisit + Kuarsa (Filik), Zona Alterasi Klorit ± Magnetit ± Epidot (Propilitik Dalam), Zona Alterasi Klorit ± Kalsit (Propilitik Luar). Kemudian mineralisasi yang hadir di area penelitian menunjukkan asosiasi mineral yang beragam. Terdiri dari mineral sulfida (pirit, kalkopirit, kovelit, dan kalkosit), mineral oksida (magnetit) dan butiran emas (Native Au). Serta terdapat produk oksidasi sekunder berupa hematit, goetit, dan jarosit. Kehadiran mineral penciri di setiap zona alterasi serta kompleksitas mineral bijih yang ditemukan menunjukkan bahwa karakteristik alterasi dan mineralisasi di daerah Tirtoyudo merupakan bagian dari sistem Epitermal yang berasosiasi dengan endapan Porfiri.
</description>
<dc:date>2026-02-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15743">
<title>ANALISIS POTENSI CARBON CAPTURE AND STORAGE DI LAPANGAN POSEIDON, CEKUNGAN BROWSE, AUSTRALIA</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15743</link>
<description>ANALISIS POTENSI CARBON CAPTURE AND STORAGE DI LAPANGAN POSEIDON, CEKUNGAN BROWSE, AUSTRALIA
Ginting, Nabila Fatia Zahra
Kebutuhan energi dunia masih dipenuhi melalui pembakaran bahan bakar fosil, yaitu sebesar 80.3% yang menyebabkan sektor ini bertanggung jawab atas sebagian besar emisi yang dihasilkan. Untuk mencapai target pengurangan emisi, teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi krusial karena kemampuannya mereduksi emisi CO2. Formasi Plover dan Formasi Montara di Cekungan Browse menjadi kandidat yang cocok sebagai penyimpanan CO2 karena terdiri atas batupasir dan dilapisi batuan penudung setebal lebih dari 300 m, selain itu Formasi Plover secara alami telah mengandung CO2 dalam jumlah yang besar, sehingga sudah terbukti dapat menampung CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi Formasi Plover dan Formasi Montara sebagai penyimpanan CO2 di Lapangan Poseidon, Cekungan Browse, Australia. Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan penentuan kriteria penyimpanan CO2, interpretasi data seismik 3D untuk memetakan struktur bawah permukaan, analisis data petrofisika untuk mengetahui nilai VCL (volume lempung) dan PHIE (porositas efektif), analisis lingkungan pengendapan, dan estimasi kapasitas penyimpanan CO2 menggunakan rumus volumetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Plover dan Formasi Montara memenuhi kriteria penyimpanan CO2, didukung oleh hasil pemetaan struktur bawah permukaan melalui interpretasi seismik 3D, dan nilai porositas rata-rata yang diklasifikasikan sebagai fair serta perhitungan volumetrik yang menghasilkan estimasi kapasitas CO2 sebesar 0,67 gigaton.
</description>
<dc:date>2026-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15731">
<title>OPTIMASI DESAIN BERAT LUMPUR BERDASARKAN ANALISIS PORE PRESSURE FRACTURE GRADIENT (PPFG) PADA ZONA OVERPRESSURE DI SUB-CEKUNGAN NGIMBANG, SUB-CEKUNGAN PORONG, DAN SUB-CEKUNGAN MADURA, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15731</link>
<description>OPTIMASI DESAIN BERAT LUMPUR BERDASARKAN ANALISIS PORE PRESSURE FRACTURE GRADIENT (PPFG) PADA ZONA OVERPRESSURE DI SUB-CEKUNGAN NGIMBANG, SUB-CEKUNGAN PORONG, DAN SUB-CEKUNGAN MADURA, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA
Purba, Muhammad Raihan
Penelitian ini berada di Cekungan Jawa Timur Utara. Cekungan Jawa Timur Utara dikenal memiliki sifat overpressure dengan magnitude tinggi, terlebih setelah kejadian semburan Lumpur Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rezim tegasan, potensi kehadiran overpressure di formasi area penelitian, mekanisme pembentukan overpressure dan rekomendasi berat lumpur yang optimum.&#13;
Metode yang digunakan dalam estimasi tekanan pori dan rekah adalah dengan Metode Eaton dan tegasan horizontal maksimum dengan persamaan Kirsch. Dimulai dari tahap pendahuluan, tahap pengumpulan data berupa data geologi regional daerah penelitian, mudlog, data wireline log, data geokimia, dan data pengeboran. Pengolahan data dilakukan pada lima sumur (PC-1, PC-2, SA-1, MP-1, dan MP-2) dengan melakukan penentuan interval shale, penentuan tegasan vertikal, penentuan Normal Compaction Trend (NCT), estimasi tekanan pori, tekanan rekah serta tegasan maksimum, penentuan rezim tegasan, penentuan berat lumpur yang optimum, penentuan puncak overpressure, mekanisme pembentukan overpressure, dan hubungan geologi dengan kemunculan overpressure, serta diakhiri dengan tahap penyelesaian, yaitu penyusunan laporan tugas akhir.&#13;
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan seluruh sumur di rezim tegasan yang sama, yaitu rezim strike-slip. Kemunculan top overpressure memiliki rentang kedalaman 600-1.230 mTVDSS. Zona overpressure ditemukan pada Formasi Tuban, Formasi Mundu, dan Formasi Pucangan pada interval batuserpih dan batulempung. Mekanisme pembentukan overpressure merupakan mekanisme kombinasi (unloading dan loading) dan loading secara dominan. Mekanisme kombinasi pada area penelitian disebabkan oleh perubahan mineral smektit menjadi ilit dan kecepatan sedimentasi yang relatif minor, sedangkan mekanisme loading pada daerah penelitian disebabkan oleh kecepatan sedimentasi yang sangat tinggi, yaitu terendapkan lebih dari 100 m/juta tahun.
</description>
<dc:date>2026-02-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15719">
<title>POST-STACK SEISMIC INVERSION OF "TXT" FIELD, NEW ZEALAND</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15719</link>
<description>POST-STACK SEISMIC INVERSION OF "TXT" FIELD, NEW ZEALAND
KRISMARTOPO, HANIIFAH MAS'UUDAH Jr
Taranaki Basin is one of the most prolific areas for oil and gas in New Zealand.&#13;
This study aims to map the acoustic impedance from Tikorangi until the Basement.&#13;
Then, the map will be qualitatively used to understand the distribution of porosity&#13;
of the reservoir within the interval of interest. The interval of interest includes the&#13;
Oligo–Miocene Tikorangi Limestone and Middle–Upper Miocene Kapuni sandstone&#13;
groups. Based on the petrophysics calculation performed on TU and KH wells,&#13;
the Tikorangi limestone has average porosity of 0.05 in KH well &amp; 0.15 in TU well,&#13;
and Kapuni sandstones has average porosity of 0.2 in KH well &amp; 0.3 in TU well.&#13;
Then, cross plot between acoustic impedance and total porosity shows that the porosity&#13;
is decreasing with increasing acoustic impedance. Model Based Inversion&#13;
technique is used to invert the 3D seismic data to acoustic impedance cube. The&#13;
inversion reveals that the acoustic impedance is higher in Tikorangi compared to&#13;
Kapuni sandstone complex. This result agrees with the cross plot result that shows&#13;
Tikorangi is tighter than Kapuni sandstone groups.
</description>
<dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
