<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/49">
<title>DISSERTATIONS AND THESES (IR)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/49</link>
<description>Collections of International Relations Students' Dissertations and Theses</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15657"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15623"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15602"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15579"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-10T15:07:38Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15657">
<title>Pengaruh Kerangka Indo-Pasifik Terhadap Navigasi Arah Kebijakan Geopolitik Association of Southeast Asian Nations (ASEAN): Studi Kasus Sentralitas ASEAN Sebagai Respons Balancing Terhadap Peaceful Development China</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15657</link>
<description>Pengaruh Kerangka Indo-Pasifik Terhadap Navigasi Arah Kebijakan Geopolitik Association of Southeast Asian Nations (ASEAN): Studi Kasus Sentralitas ASEAN Sebagai Respons Balancing Terhadap Peaceful Development China
Sembiring, Ivan Dalin
Dinamika geopolitik yang mengalami peralihan kepada konsep Indo-Pasifik memungkinkan negara-negara dan aktor-aktor yang ada di dalamnya melakukan penyesuaian ulang. Oleh karena itu, Laporan Tugas Akhir ini berusaha untuk mengkaji pengaruh kerangka Indo-Pasifik terhadap arah kebijakan geopolitik ASEAN dengan berfokus pada sentralitas ASEAN sebagai respons balancing terhadap Peaceful Development China. Karya ilmiah ini berusaha mendudukkan fakta dan argumen bahwa meskipun ASEAN secara historis telah menggunakan strategi untuk menavigasi kompetisi kekuatan besar, kondisi saat ini adalah hal yang belum memiliki preseden seperti sebelumnya. Penulisan karya ini menerapkan perspektif neorealisme, menggunakan konsep soft balancing yang dikemukakan oleh T. V. Paul sebagai kerangka analisis utama untuk menjelaskan bagaimana ASEAN beroperasi. Karya ilmiah ini berusaha untuk mengisi ruang kosong pada literatur yang ada dengan mengeksplorasi bagaimana organisasi regional dari negara-negara middle power seperti ASEAN dapat secara efektif menyeimbangkan Peaceful Development China. ASEAN mencanangkan kerangka kerja informal dan pendekatan kolektif instusional di dalam ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dan Sentralitas ASEAN yang terbukti merupakan soft balancing terhadap China. &#13;
Kata kunci: Balancing, Peaceful Development, Indo-Pasifik, Sentralitas ASEAN&#13;
&#13;
&#13;
The geopolitical dynamics shifting toward the Indo-Pacific concept enable the states and actors within it to undertake readjustments. Therefore, this thesis aims to examine the influence of the Indo-Pacific framework on the direction of ASEAN’s geopolitical policy, focusing on ASEAN centrality as a balancing response to China’s Peaceful Development. This study seeks to establish the facts and arguments that, although ASEAN has historically used strategies to navigate great power competition, the current situation is without precedent. The writing of this work applies a neorealist perspective, employing T. V. Paul’s concept of soft balancing as the main analytical framework to explain how ASEAN operates. This study attempts to fill a gap in the existing literature by exploring how a regional organization made up of middle powers such as ASEAN can effectively balance China’s Peaceful Development. ASEAN has articulated an informal framework and a collective institutional approach in the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), and ASEAN centrality has been shown to function as soft balancing against China.&#13;
Kata kunci: Balancing, Peaceful Development, Indo-Pacific, ASEAN Centrality
</description>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15623">
<title>STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI ASEAN  TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025  TERHADAP PERTUMBUHAN PARIWISATA:  DESTINASI SUPER PRIORITAS (DSP) MANDALIKA  DAN LIKUPANG</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15623</link>
<description>STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI ASEAN  TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025  TERHADAP PERTUMBUHAN PARIWISATA:  DESTINASI SUPER PRIORITAS (DSP) MANDALIKA  DAN LIKUPANG
Fatoni Nur Hidayah, Gadis AYu
Penelitian ini membahas mengenai implementasi ASEAN  Tourism  Strategic Plan (ATSP) 2016 - 2025 terhadap pengembangan sektor pariwisata di dua Daerah Super Prioritas (DSP) prioritas di Indonesia, yaitu DSP Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan DSP Likupang di Sulawesi Utara. Kedua DSP ini termasuk dalam program nasional “10 New Bali’s” dan telah dipromosikan dalam forum- forum pariwisata ASEAN sebagai destinasi unggulan. Namun, dari hasil promosi menunjukkan adanya kesenjangan pada DSP Mandalika yang menarik investasi lebih banyak dibandingkan DSP Likupang, Oleh karenanya penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi ATSP dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata di kedua kawasan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Rezim Internasional milik Andresen dan Wettestad (1995). Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengandalkan data sekunder berupa dokumen kebijakan nasional, laporan ASEAN, serta literatur ilmiah terkait kerja sama pariwisata regional dan strategi pembangunan kawasan. Data tersebut akan di analisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATSP berfungsi sebagai kerangka normatif yang memberikan arah strategis bagi kebijakan pariwisata nasional, namun implementasinya di tingkat lokal dipengaruhi oleh konteks institusional, model pengelolaan kawasan, dan kapasitas perencanaan daerah. Perbedaan pola implementasi tersebut menjelaskan variasi jalur pengembangan pariwisata dan dinamika investasi antara Mandalika dan Likupang, meskipun keduanya berada dalam rezim kebijakan regional yang sama.
</description>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15602">
<title>DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT DALAM MENGATASI HAMBATAN EKSPOR KOPI TAHUN 2019 - 2023</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15602</link>
<description>DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT DALAM MENGATASI HAMBATAN EKSPOR KOPI TAHUN 2019 - 2023
Ghaitsa, Hana Zayyan Maribta
Penelitian ini menganalisa upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi hambatan saat melakukan ekspor kopi ke Amerika Serikat dengan rentang tahun 2019 hingga 2023. Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia menghadapi berbagai hambatan ekonomi seperti hambatan Tariff dan Non-Tariff atau regulasi negara importir kopi, kualitas kopi yang dihasilkan, jumlah kopi yang dihasilkan fluktuatif, dan persaingan dengan negara lain, biaya logistik, dan greenbean jadi komoditas ekspor utama. Sebagai tanggapan, pemerintah Indonesia telah melakukan diplomasi ekonomi. Penulis menggunakan elemen pada tipologi diplomasi ekonomi yang digunakan oleh Rana. Penulis memakai 4 dari delapan elemen tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2019 hingga 2023. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dalam mengkaji penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu dengan menggunakan document-based dan internet-based research seperti dengan mencari data pada artikel-artikel ilmiah dalam berbagai jurnal, buku, artikel berita, berita online, web resmi, serta data apapun yang berkaitan dengan penelitian yang terdapat ada pada internet. Temuan pada penelitian ini merupakan upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia untuk mengatasi macam-macam hambatan ekonomi yang dihadapi dan elemen tipologi diplomasi milik Rana tersebut tidak mampu menunjukkan hasil temuan serta hanya dapat digunakan sebagai pisau analisa saja pada pembahasan penelitian ini.
</description>
<dc:date>2026-02-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15579">
<title>ANALISIS WACANA KRITIS JOINT STATEMENT BETWEEN THE PEOPLE'S REPUBLIC OF CHINA AND THE REPUBLIC OF INDONESIA ON ADVANCING THE COMPREHENSIVE STRATEGIC PARTNERSHIP AND THE CHINA-INDONESIA COMMUNITY WITH A SHARED FUTURE DAN IMPLIKASINYA PADA POSISI INDONESIA DALAM ISU LAUT CINA SELATAN</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15579</link>
<description>ANALISIS WACANA KRITIS JOINT STATEMENT BETWEEN THE PEOPLE'S REPUBLIC OF CHINA AND THE REPUBLIC OF INDONESIA ON ADVANCING THE COMPREHENSIVE STRATEGIC PARTNERSHIP AND THE CHINA-INDONESIA COMMUNITY WITH A SHARED FUTURE DAN IMPLIKASINYA PADA POSISI INDONESIA DALAM ISU LAUT CINA SELATAN
Amirul Muttaqien, Ananda Bagus
Ananda Bagus Amirul Muttaqien. 106220054. Critical Discourse Analysis Of The &#13;
Joint Statement Between The People’s Republic Of China And The Republic Of Indonesia On Advancing The Comprehensive Strategic Partnership And The China-&#13;
Indonesia Community With A Shared Future And Its Implications On Indonesia’s Position In The South China Sea Issue.&#13;
&#13;
The signing of the Joint Statement between Indonesia and China on November 9, 2024, &#13;
sparked strategic debate due to the inclusion of the phrase "overlapping claims," which &#13;
contradicts Indonesia’s long-standing status as a non-claimant state under UNCLOS &#13;
1982. This study aims to dissect the implications of this discursive shift for Indonesia's sovereignty in the North Natuna Sea. Utilizing the Discourse-Historical Approach &#13;
(DHA) developed by Ruth Wodak, this research analyzes discursive strategies—such &#13;
as nomination, predication, and mitigation—through a four-level context model. The &#13;
findings reveal a significant shift in Indonesia's maritime diplomacy orientation from &#13;
a legalistic-formal approach to a functional-pragmatic one. Within the Strategic Hedging framework, the linguistic ambiguity in the document is identified as a &#13;
manifestation of "complex engagement," where Indonesia attempts to manage asymmetric threats through economic interdependence (profit-maximizing) while &#13;
tolerating legal risks (risk-contingency). While this strategy offers short-term stability, &#13;
the study concludes that such terminology risks providing diplomatic legitimacy to &#13;
China's historic claims and weakening Indonesia's legal arguments at the regional &#13;
level.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
