<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/62">
<title>DISSERTATIONS AND THESES (CE)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/62</link>
<description>Collections of Chemical Engineering Students' Dissertations and Theses</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15753"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15740"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15738"/>
<rdf:li rdf:resource="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15684"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-14T16:55:34Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15753">
<title>SINTESIS GREEN LUBRICANT BASE OIL DARI CRUDE PALM KERNEL OIL (CPKO) DAN NEOPENTYL GLYCOL (NPG) MELALUI PROSES ESTERIFIKASI</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15753</link>
<description>SINTESIS GREEN LUBRICANT BASE OIL DARI CRUDE PALM KERNEL OIL (CPKO) DAN NEOPENTYL GLYCOL (NPG) MELALUI PROSES ESTERIFIKASI
Medah, Jacob Alessandro
</description>
<dc:date>2026-02-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15740">
<title>Ekstraksi Flavonoid dari Kulit Buah Naga Merah  (Hylocereus Polyrhizus) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE)  Berbasis Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) dan Uji Aktivitas Antioksidan</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15740</link>
<description>Ekstraksi Flavonoid dari Kulit Buah Naga Merah  (Hylocereus Polyrhizus) Menggunakan Metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE)  Berbasis Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) dan Uji Aktivitas Antioksidan
Ayu, Genta
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan &#13;
dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diekstraksi menggunakan &#13;
metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) berbasis Natural Deep Eutectic Solvent &#13;
(NADES). Pelarut NADES yang digunakan merupakan campuran kolin klorida dan asam &#13;
oksalat dengan rasio bahan terhadap pelarut sebesar 1:10. Proses ekstraksi dilakukan dengan &#13;
variasi suhu 30 dan 40 °C serta waktu ekstraksi 20, 30, 40, dan 60 menit. Analisis kadar &#13;
flavonoid total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan dinyatakan &#13;
sebagai mg QE/g ekstrak, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH &#13;
dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi berpengaruh terhadap kadar &#13;
flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah naga. Kadar flavonoid total &#13;
tertinggi diperoleh pada suhu 30 °C dan waktu ekstraksi 30 menit, yaitu sebesar 39,1209 mg &#13;
QE/g ekstrak, sedangkan pada suhu 40 °C kadar flavonoid total maksimum diperoleh sebesar &#13;
31,9716 mg QE/g ekstrak pada waktu ekstraksi yang sama. Aktivitas antioksidan terbaik &#13;
ditunjukkan oleh nilai IC₅₀ terendah sebesar 145,61 ppm, yang diperoleh pada suhu 30 °C &#13;
dan waktu ekstraksi 60 menit, menunjukkan kemampuan peredaman radikal bebas yang &#13;
lebih kuat dibandingkan kondisi lainnya. Hubungan antara kadar flavonoid total dan &#13;
aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa peningkatan kandungan flavonoid berkontribusi &#13;
terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. &#13;
Secara keseluruhan, metode UAE berbasis NADES terbukti efektif dalam mengekstraksi &#13;
senyawa flavonoid dari kulit buah naga merah serta menghasilkan aktivitas antioksidan yang &#13;
tergolong sedang hingga kuat. Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah kulit &#13;
buah naga sebagai sumber senyawa bioaktif alami dengan pendekatan ekstraksi yang efisien &#13;
dan ramah lingkungan.
</description>
<dc:date>2026-02-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15738">
<title>HIDROLISIS ASAM PATI TALAS BENENG (Xanthosoma Undipes) MENGGUNAKAN KATALIS HCL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15738</link>
<description>HIDROLISIS ASAM PATI TALAS BENENG (Xanthosoma Undipes) MENGGUNAKAN KATALIS HCL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL
Erlangga, Ainny
Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pati talas beneng (Xanthosoma undipes) sebagai bahan baku bioetanol melalui proses hidrolisis asam, fermentasi, dan distilasi. Hidrolisis pati dilakukan menggunakan larutan HCl dengan variasi konsentrasi 0,1 N; 0,3 N; dan 0,5 N pada suhu 80–90°C selama 40 menit. Hasil hidrolisis dianalisis menggunakan metode DNS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm untuk menentukan kadar gula reduksi. Fermentasi dilakukan menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada suhu 30°C dengan variasi waktu fermentasi 3, 5, dan 7 hari. Produk fermentasi selanjutnya dimurnikan melalui distilasi pada suhu 78–80°C. Karakterisasi bioetanol dilakukan melalui pengujian massa jenis dan analisis FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam berpengaruh terhadap peningkatan kadar gula reduksi. Hidrolisis menggunakan HCl 0,1 N, 0,3 N, dan 0,5 N menghasilkan kadar glukosa masing-masing sebesar 0,3849 mg/mL; 0,7973 mg/mL; dan 0,9720 mg/mL. Kadar etanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi HCl 0,1 N dengan waktu fermentasi 5 hari sebesar 9,5% (v/v). Nilai massa jenis terendah sebesar 0,98386 g/mL mengindikasikan kandungan etanol yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada fermentasi 7 hari terjadi penurunan kadar etanol akibat penurunan aktivitas ragi. Hal ini menunjukkan bahwa fermentasi yang terlalu lama tidak selalu meningkatkan hasil etanol. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas etanol berupa regangan O–H pada bilangan gelombang sekitar 3331 cm⁻¹ dan regangan C–O pada sekitar 1044 cm⁻¹. Keberadaan pita serapan H–O–H pada 1633 cm⁻¹ mengindikasikan bahwa bioetanol yang dihasilkan masih mengandung air. Secara keseluruhan, talas beneng berpotensi sebagai bahan baku bioetanol berbasis biomassa. Konsentrasi HCl yang terlalu tinggi dapat menurunkan efektivitas fermentasi akibat degradasi gula atau pembentukan inhibitor. Kondisi optimum pada penelitian ini diperoleh pada hidrolisis HCl 0,1 N dan fermentasi selama 5 hari. Hasil ini menunjukkan peluang pengembangan talas beneng sebagai sumber energi terbarukan lokal.&#13;
&#13;
Kata kunci: talas beneng, bioetanol, hidrolisis asam, fermentasi, FTIR
</description>
<dc:date>2026-02-18T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15684">
<title>EKSTRAKSI SENYAWA BIOAKTIF DARI KULIT KAYU MASOYI (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm) MENGGUNAKAN METODE UAE (ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION) DENGAN PELARUT BERBASIS DES (DEEP EUTECTIC SOLVENTS) SERTA STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15684</link>
<description>EKSTRAKSI SENYAWA BIOAKTIF DARI KULIT KAYU MASOYI (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm) MENGGUNAKAN METODE UAE (ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION) DENGAN PELARUT BERBASIS DES (DEEP EUTECTIC SOLVENTS) SERTA STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
Nugroho, Yudha Pramono
Massoia bark (Cryptocarya massoia (Oken) Kosterm.), particularly the bark portion, is known to contain bioactive compounds with potential antioxidant activity. This study aimed to develop an environmentally friendly extraction method (green extraction) using Deep Eutectic Solvents (DES) composed of choline chloride and glycerol, assisted by Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). DES were synthesized at molar ratios of 1:2 and 1:3 with concentration variations of 30%, 50%, and 70%, and subsequently applied for the extraction of bioactive compounds at 50°C for 30 minutes. The resulting extracts were analyzed for total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity using an ELISA Reader and LC-HRMS. The results demonstrated that variations in DES molar ratio and concentration significantly affected total phenolic content (0.0084 – 0.0321 mg gallic acid/g extract), total flavonoid content (0.0009 – 0.0047 mg quercetin/g extract), and antioxidant activity (20 – 53%). The DES system with a molar ratio of 1:2 at a concentration of 70% exhibited the highest extraction performance. In contrast, increasing glycerol proportion and water content in the DES system led to a decrease in extraction efficiency and antioxidant inhibition percentage. ANOVA analysis confirmed that both DES molar ratio and DES concentration had a significant effect on the antioxidant activity of massoia bark extract.
</description>
<dc:date>2026-02-17T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
