<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>LOGISTICS ENGINEERING (TEKNIK LOGISTIK)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/29</link>
<description>Collections of Logistics Engineering Department</description>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 09:44:19 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-19T09:44:19Z</dc:date>
<item>
<title>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15764</link>
<description>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)
Handoko, Fatrah
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
</description>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15764</guid>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENGUKURAN KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS: PT. PRIMA MULTI TERMINAL)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15763</link>
<description>ANALISIS PENGUKURAN KINERJA OPERASIONAL BONGKAR MUAT PETI KEMAS MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS: PT. PRIMA MULTI TERMINAL)
Salsabiella, Azkia
Kinerja operasional bongkar muat peti kemas di PT Prima Multi Terminal menghadapi permasalahan berupa pemanfaatan fasilitas dan peralatan yang belum optimal, ditandai dengan adanya kapasitas infrastruktur yang tidak terpakai secara maksimal, penurunan frekuensi kunjungan kapal, serta kondisi peralatan bongkar muat yang sering mengalami gangguan. Selain itu, evaluasi kinerja yang dilakukan sebelumnya belum mampu mengukur tingkat efisiensi operasional secara objektif dan komprehensif antar unit kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi kinerja operasional bongkar muat peti kemas menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Metode yang digunakan adalah DEA-BCC dengan asumsi Variable Return to Scale (VRS) dan ouput- oriented. Variabel input meliputi panjang dermaga, luas lapangan penumpukan peti kemas, jumlah quay crane, dan jumlah yard crane, sedangkan variabel output berupa container throughput. Decision Making Units (DMU) yang dianalisis adalah Terminal Belawan dan Terminal Kuala Tanjung. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan tingkat efisiensi antar DMU, di mana beberapa unit telah beroperasi secara efisien sementara unit lainnya masih belum efisien akibat pemanfaatan sumber daya dan skala operasional yang belum optimal. Analisis DEA juga mengidentifikasi potensi perbaikan melalui peningkatan produktivitas operasional tanpa memerlukan penambahan infrastruktur baru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan manajerial dalam upaya peningkatan efisiensi dan kinerja operasional PT Prima Multi Terminal.
</description>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15763</guid>
<dc:date>2026-02-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS POTENSI BAHAYA DALAM PROSES BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, DETERMINING CONTROL SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15735</link>
<description>ANALISIS POTENSI BAHAYA DALAM PROSES BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, DETERMINING CONTROL SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS
Tenaga kerja merupakan faktor penentu keberhasilan dalam menjalankan visi, misi, dan dalam mencapai target perusahaan. Perusahaan dalam memikirkan target yang akan dicapai harus memikirkan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja salah satunya adalah dengan pemberian Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada para tenaga kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu upaya yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal berpotensi bahaya yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan kerja. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan yang tidak dipertimbangkan untuk kinerja karyawan dapat berdampak pada produktivitas tenaga kerja. Hal ini menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta meningkatkan produktivitas. Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control merupakan singkatan dari tool yang memiliki peran penting dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya terjadinya kecelakaan kerja pada proses bongkar muat barang di PT Pelindo Terminal Petikemas menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control (HIRADC) dengan cara mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko.
</description>
<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15735</guid>
<dc:date>2023-11-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15724</link>
<description>PERAMALAN DAN PENENTUAN KUANTITAS PEMESANAN YANG OPTIMAL DENGAN METODE EKSPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PRODUK SEALANT (Studi Kasus : PT. Dirgantara Indonesia)
Handoko, Fatrah
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
PT Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Dalam kegiatan operasionalnya, pengendalian persediaan memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan lini produksi serta memaksimalkan keuntungan perusahaan. Salah satu produk yang pengendalian persediaannya belum berjalan dengan baik adalah produk sealant, sehingga terjadi penumpukan persediaan di gudang yang berpotensi menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pengendalian persediaan produk sealant untuk memenuhi kebutuhan produksi, meminimalkan total biaya persediaan, serta memprediksi kebutuhan produk sealant pada tahun 2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan permintaan dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan kebijakan pemesanan yang optimal. Hasil pengujian prediksi permintaan menunjukkan bahwa teknik Single Eksponential Smoothing dengan nilai parameter α = 0,5 merupakan metode terbaik karena menghasilkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terkecil sebesar 2392,65. Berdasarkan penerapan metode EOQ, diperoleh kuantitas pemesanan optimal produk sealant sebesar 10.009,598 gram per pemesanan dengan titik pemesanan kembali (Reorder Point) sebesar 167.028 gram. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu meminimalkan total biaya persediaan secara signifikan, masing-masing sebesar 83,2%, 1327,03%, dan 255,47% pada tiap tahun pengamatan. Selain itu, metode peramalan terbaik untuk memprediksi kebutuhan produk sealant tahun 2026 adalah Single Exponential Smoothing dengan α = 0,5 dan nilai MAE sebesar 2392,65.
</description>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15724</guid>
<dc:date>2026-02-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
