<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>STUDENTS INTERNSHIP REPORT (LG)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/65</link>
<description>Collections of Logistics Engineering Students' Internship Report</description>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 08:52:15 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-09T08:52:15Z</dc:date>
<image>
<title>STUDENTS INTERNSHIP REPORT (LG)</title>
<url>http://localhost:80/xmlui/bitstream/id/fbb74864-061d-490c-8791-4186d45f2b6a/</url>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/65</link>
</image>
<item>
<title>ANALISIS POTENSI BAHAYA DALAM PROSES BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, DETERMINING CONTROL SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15735</link>
<description>ANALISIS POTENSI BAHAYA DALAM PROSES BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, DETERMINING CONTROL SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DI PT PELINDO TERMINAL PETIKEMAS
Tenaga kerja merupakan faktor penentu keberhasilan dalam menjalankan visi, misi, dan dalam mencapai target perusahaan. Perusahaan dalam memikirkan target yang akan dicapai harus memikirkan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja salah satunya adalah dengan pemberian Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada para tenaga kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu upaya yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal berpotensi bahaya yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan kerja. Penerapan Kesehatan dan Keselamatan yang tidak dipertimbangkan untuk kinerja karyawan dapat berdampak pada produktivitas tenaga kerja. Hal ini menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta meningkatkan produktivitas. Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control merupakan singkatan dari tool yang memiliki peran penting dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya terjadinya kecelakaan kerja pada proses bongkar muat barang di PT Pelindo Terminal Petikemas menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control (HIRADC) dengan cara mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko.
</description>
<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15735</guid>
<dc:date>2023-11-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFFECIENCY OF INBOUND AND OUTBOUND PROCESSES USING DMAIC METHOD WITH VSM TOOLS (CASE STUDY: MAERSK CONTRACT LOGISTICS MARUNDA)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15660</link>
<description>EFFECIENCY OF INBOUND AND OUTBOUND PROCESSES USING DMAIC METHOD WITH VSM TOOLS (CASE STUDY: MAERSK CONTRACT LOGISTICS MARUNDA)
The intense competition in the logistics sector necessitates companies to achieve maximum operational efficiency, particularly in core warehousing processes, inbound (goods receiving) and outbound (goods dispatch). This Internship Report aims to analyze, identify waste, and provide proposals for improving the efficiency of the inbound and outbound processes at Maersk Contract Logistics Marunda.&#13;
This research adopts the Lean Manufacturing approach by applying the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) framework and the primary tool, Value Stream Mapping (VSM). In the Define phase, the main problems related to process efficiency are established. Subsequently, the Measure phase involves mapping the current process (Current State Map) using VSM and measuring cycle time to calculate the percentage of Value Added (VA) and Non-Value Added (NVA) activities. The VSM results indicate the presence of dominant waste (e.g., waiting, motion, or inventory) that causes a high process lead time.&#13;
The Analyze phase is then conducted to determine the root causes of the identified waste. Based on this analysis, specific improvement proposals are formulated in the Improve phase, focusing on the elimination or minimization of the main waste. The implementation of these recommendations is expected to significantly reduce the process lead time, resulting in a leaner Future State Map, and ultimately enhancing the effectiveness and operational efficiency of logistics at Maersk Contract Logistics Marunda.
</description>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15660</guid>
<dc:date>2025-11-07T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>USULAN RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BARANG UMUM MENGGUNAKAN METODE CLASS BASED STORAGE (STUDI KASUS: PT SEMEN PADANG))</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15626</link>
<description>USULAN RANCANGAN TATA LETAK GUDANG BARANG UMUM MENGGUNAKAN METODE CLASS BASED STORAGE (STUDI KASUS: PT SEMEN PADANG))
KHAIRUNNISA, RESHA
Gudang yang tertata dengan baik memainkan peran penting dalam mendukung efisiensi &#13;
operasional dan kelancaran distribusi barang. Namun, gudang Barang Umum PT Semen &#13;
Padang masih menghadapi kendala dalam penataan barang akibat perubahan sistem &#13;
penyimpanan yang kurang sesuai dengan pola pergerakan barang. Penyimpanan yang tidak &#13;
mempertimbangkan frekuensi perpindahan barang menyebabkan peningkatan jarak tempuh &#13;
saat pengambilan barang, sehingga menghambat efektivitas operasional. Untuk mengatasi &#13;
permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan rancangan tata letak gudang yang lebih efisien &#13;
dengan menerapkan metode class-based storage. Melalui pendekatan ini, barang &#13;
dikelompokkan berdasarkan frekuensi pergerakan menjadi tiga kelas utama: kelas A dengan &#13;
tiga item, kelas B dengan dua item, dan kelas C dengan sepuluh item. Selain itu, terdapat &#13;
satu area free zone yang berfungsi untuk penyimpanan barang sementara. Hasil analisis &#13;
menunjukkan bahwa tata letak awal memiliki total jarak tempuh 34.289,19 meter, sedangkan &#13;
tata letak usulan mampu mengurangi jarak tempuh hingga 17.014,13 meter. Pengurangan &#13;
yang signifikan ini menunjukkan bahwa tata letak baru dapat mempercepat proses kerja, &#13;
mengoptimalkan pemanfaatan ruang, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja. &#13;
Dengan penerapan tata letak yang lebih terstruktur, proses penyimpanan dan pengambilan &#13;
barang menjadi lebih efisien, sehingga dapat mendukung kelancaran operasional gudang &#13;
secara keseluruhan. Selain itu, sistem ini juga berkontribusi pada peningkatan keselamatan &#13;
kerja dan kepuasan pelanggan melalui pengiriman barang yang lebih cepat dan terorganisir. &#13;
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam pengelolaan gudang &#13;
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional di PT Semen Padang.
</description>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15626</guid>
<dc:date>2026-02-13T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS POTENSI BAHAYA TERHADAP DRIVING  SAFETY MENGGUNAKAN METODE RISK  ASSESMENT SEBAGAI UPAYA PENCEEGAHAN  KECELAKAAN KERJA  (STUDI KASUS: PT KILANG PERTAMINA  INTERNASIONAL – REFINERY UNIT IV CILACAP)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15624</link>
<description>ANALISIS POTENSI BAHAYA TERHADAP DRIVING  SAFETY MENGGUNAKAN METODE RISK  ASSESMENT SEBAGAI UPAYA PENCEEGAHAN  KECELAKAAN KERJA  (STUDI KASUS: PT KILANG PERTAMINA  INTERNASIONAL – REFINERY UNIT IV CILACAP)
Wulandari, Agesti Ayu
Driving Safety merupakan salah satu elemen Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang &#13;
vital untuk memitigasi risiko transportasi darat di lingkungan aset seperti lingkungan &#13;
operasi hulu (termasuk operasi pengeboran, intervensi sumur, seismik), pengolahan, &#13;
pemasaran, projek, perkantoran, dan lain-lain. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini &#13;
memiliki potensi bahaya dan risiko bagi pekerja. Penulisan laporan ini bertujuan untuk &#13;
mengidentifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko pada aktivitas Driving Safety PT &#13;
Kilang Pertamina Internsional Refiney Unit IV Cilacap. Metode yang digunakan dalam &#13;
penyusunan laporan yakni metode Risk Assessment yang dilakukan dengan &#13;
mengidentifikasi potensi bahaya serta mengukur besarnya risiko pada aktivitas Driving &#13;
Safety PT Kilang Pertamina Internsional Refiney Unit IV Cilacap. Perolehan hasil analisis &#13;
terhadap Driving Safety dengan metode Risk Assessment di PT Kilang Pertamina &#13;
Internsional Refiney Unit IV Cilacap yakni terdapat 3 kategori warna yakni kuning, hijau &#13;
terang dan hijau yang mencakup 7 potensi bahaya. Kategori warna kuning (medium) terdiri &#13;
atas aktivitas mengendarai kendaraan, aktivitas penerbitan izin masuk kendaraan yang &#13;
meliputi kategori bahaya benda yang bergerak dan terjatuh serta ergonomik / desain &#13;
perlengkapan dan tersengat listrik. Kategori warna hijau (low) terdiri atas aktivitas &#13;
penerbitan izin masuk kendaraan meliputi kategori manajemen informasi (pencurian data) &#13;
dan ketidaksesuaian proses/prosedur, dan kategori warna hijau terang (low to medium) &#13;
terdiri atas aktivitas penerbitan izin mengemudi dan Masuk Kendaraan pada kategori gas.
Driving Safety merupakan salah satu elemen Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang &#13;
vital untuk memitigasi risiko transportasi darat di lingkungan aset seperti lingkungan &#13;
operasi hulu (termasuk operasi pengeboran, intervensi sumur, seismik), pengolahan, &#13;
pemasaran, projek, perkantoran, dan lain-lain. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini &#13;
memiliki potensi bahaya dan risiko bagi pekerja. Penulisan laporan ini bertujuan untuk &#13;
mengidentifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko pada aktivitas Driving Safety PT &#13;
Kilang Pertamina Internsional Refiney Unit IV Cilacap. Metode yang digunakan dalam &#13;
penyusunan laporan yakni metode Risk Assessment yang dilakukan dengan &#13;
mengidentifikasi potensi bahaya serta mengukur besarnya risiko pada aktivitas Driving &#13;
Safety PT Kilang Pertamina Internsional Refiney Unit IV Cilacap. Perolehan hasil analisis &#13;
terhadap Driving Safety dengan metode Risk Assessment di PT Kilang Pertamina &#13;
Internsional Refiney Unit IV Cilacap yakni terdapat 3 kategori warna yakni kuning, hijau &#13;
terang dan hijau yang mencakup 7 potensi bahaya. Kategori warna kuning (medium) terdiri &#13;
atas aktivitas mengendarai kendaraan, aktivitas penerbitan izin masuk kendaraan yang &#13;
meliputi kategori bahaya benda yang bergerak dan terjatuh serta ergonomik / desain &#13;
perlengkapan dan tersengat listrik. Kategori warna hijau (low) terdiri atas aktivitas &#13;
penerbitan izin masuk kendaraan meliputi kategori manajemen informasi (pencurian data) &#13;
dan ketidaksesuaian proses/prosedur, dan kategori warna hijau terang (low to medium) &#13;
terdiri atas aktivitas penerbitan izin mengemudi dan Masuk Kendaraan pada kategori gas.
</description>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15624</guid>
<dc:date>2026-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
