<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>DISSERTATIONS AND THESES (CH)</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/74</link>
<description>Collections of Chemistry Students' Dissertations and Theses</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 15:24:07 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-20T15:24:07Z</dc:date>
<item>
<title>SINTESIS DAN EVALUASI KINERJA MEMBRAN KITOSAN-ZEOLIT DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (II) PADA AIR LIMBAH</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15592</link>
<description>SINTESIS DAN EVALUASI KINERJA MEMBRAN KITOSAN-ZEOLIT DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (II) PADA AIR LIMBAH
Purba, Yeremia Safelouis
Ion tembaga(II) merupakan pencemar logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan &#13;
ekosistem perairan. Teknologi membran menjadi metode efektif untuk menurunkan konsentrasi ion Cu²⁺ &#13;
dalam limbah cair. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran komposit kitosan–zeolit (Cs/Ze) &#13;
yang ditaut silang dengan glutaraldehida serta mengevaluasi kinerjanya dalam pemisahan ion Cu²⁺. &#13;
Membran disintesis dengan variasi rasio massa Cs/Ze 10:0, 9:1, 8:2, dan 7:3 (b/b). Karakterisasi &#13;
dilakukan menggunakan FTIR dan SEM. Spektrum FTIR menunjukkan pita khas zeolit Si–O–Si atau &#13;
Al–O–Al pada sekitar 1015 cm⁻¹ serta pita karbonil (C=O) pada 1725 cm⁻¹ yang menandakan &#13;
terbentuknya ikatan silang. Analisis SEM menunjukkan bahwa penambahan zeolit meningkatkan &#13;
kekasaran dan porositas permukaan membran. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan fluks, derajat &#13;
swelling, sudut kontak, ketebalan, dan efisiensi rejeksi ion Cu²⁺. Fluks tertinggi diperoleh pada membran &#13;
Cs/Ze-7/3 dengan nilai lebih dari 36 L/m²·jam. Namun, membran Cs/Ze-8/2 menunjukkan kinerja &#13;
optimal dalam penurunan ion Cu²⁺ dengan nilai rejeksi 10,99% dan konsentrasi permeat sebesar 217,0 &#13;
ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa membran komposit Cs/Ze berpotensi digunakan untuk pengolahan &#13;
limbah logam berat.
</description>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15592</guid>
<dc:date>2026-02-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH VARIASI RASIO Ni/Mo TERHADAP  SIFAT FISIK DAN KIMIA MATERIAL NiMo-LDH  YANG DISINTESIS SECARA HIDROTERMAL</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15523</link>
<description>PENGARUH VARIASI RASIO Ni/Mo TERHADAP  SIFAT FISIK DAN KIMIA MATERIAL NiMo-LDH  YANG DISINTESIS SECARA HIDROTERMAL
Elannisah, Wike
Penelitian ini mengkaji pemanfaatan material Nikel–Molibdenum Layered Double &#13;
Hydroxide (NiMo-LDH) sebagai prekursor dalam pengembangan katalis berbasis logam &#13;
transisi. Fokus penelitian meliputi sintesis NiMo-LDH menggunakan metode hidrotermal &#13;
serta kajian sifat fisik dan kimianya. Proses sintesis dilakukan dengan variasi rasio molar &#13;
Ni/Mo sebesar 1:3, 1:1, dan 3:1 pada suhu 120 °C selama 8 jam, menggunakan urea sebagai &#13;
agen pengendap. Produk yang diperoleh kemudian dipisahkan, dicuci dengan akuades, dan &#13;
dikeringkan menggunakan oven vakum. Karakterisasi material dilakukan menggunakan &#13;
teknik X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan &#13;
analisis Brunauer–Emmett–Teller (BET). Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel &#13;
berhasil membentuk struktur kristal khas Layered Double Hydroxide, dengan sampel &#13;
berasio Ni/Mo 1:3 menampilkan keteraturan lapisan yang lebih baik, ditandai oleh &#13;
kemunculan puncak basal pada sudut rendah (2θ ≈ 8.98°) yang mengindikasikan jarak antar &#13;
lapisan yang lebih besar. Spektrum FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi &#13;
karakteristik NiMo-LDH, meliputi gugus O–H, molekul air terikat, anion karbonat, serta &#13;
ikatan logam–oksigen Ni–O dan Mo–O, dengan dominasi ikatan Mo–O pada rasio Ni/Mo &#13;
1:3 berdasarkan analisis luas area puncak. Analisis BET menunjukkan bahwa seluruh &#13;
material memiliki karakter mesopori, dengan luas permukaan spesifik tertinggi diperoleh &#13;
pada sampel rasio Ni/Mo 1:1 sebesar 262.60 m²/g, sedangkan sampel rasio 1:3 &#13;
menunjukkan luas permukaan yang lebih rendah. Secara keseluruhan, variasi rasio Ni/Mo &#13;
berpengaruh signifikan terhadap struktur kristal, komposisi kimia, dan sifat tekstural &#13;
NiMo-LDH, sehingga material ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai &#13;
prekursor katalis melalui proses aktivasi dan pengujian aktivitas katalitik pada reaksi &#13;
hydrodeoxygenation.
</description>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15523</guid>
<dc:date>2026-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN KELOR MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15502</link>
<description>OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN KELOR MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK
ABSTRAK &#13;
(SARI ILMI PUTRI), (105121007). OPTIMASI EKSTRAKSI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN KELOR MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK &#13;
Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung senyawa flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses ekstraksi flavonoid dari daun kelor menggunakan metode ekstraksi ultrasonik serta melakukan karakterisasi senyawa yang diperoleh. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut metanol dan variasi waktu ekstraksi. Keberadaan flavonoid diuji menggunakan uji fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Kadar flavonoid total ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan kuersetin sebagai standar pada panjang gelombang 433 nm, sedangkan gugus fungsi senyawa dianalisis menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi ultrasonik menghasilkan kadar flavonoid yang lebih tinggi dan juga optimal dalam waktu dibandingkan metode maserasi dengan waktu ekstraksi yang lebih singkat. Hasil uji fitokimia dan KLT menunjukkan adanya flavonoid, serta hasil FTIR menunjukkan gugus fungsi khas flavonoid seperti O-H, C=C aromatik, dan C-O. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode ekstraksi ultrasonik lebih efektif untuk mengekstraksi flavonoid dari daun kelor. &#13;
 &#13;
Kata kunci: Daun kelor, Flavonoid, Maserasi, Ekstraksi Ultrasonik, UV-Vis, FTIR.&#13;
&#13;
ABSTRACT &#13;
(SARI ILMI PUTRI), (105121007). OPTIMIZATION OF FLAVONOID COMPOUND EXTRACTION FROM MORINGA LEAVES METHOD  ULTRASONIC &#13;
Moringa oleifera L. leaves are an herbal plant known to contain flavonoid compounds that are beneficial for health. This study aims to optimize the flavonoid extraction process from Moringa leaves using the ultrasonic extraction method and to characterize the compounds obtained. Extraction was carried out with methanol solvent and varying extraction times. The presence of flavonoids was tested using phytochemical tests and thin layer chromatography (TLC). Total flavonoid levels were determined by the UV-Vis spectrophotometric method using quercetin as a standard  at a wavelength of 433 nm, while of functional groups of the compounds were analyzed using FTIR. The results showed that the ultrasonic extraction method produced higher flavonoid levels and was also optimal in time compared to the maceration method with a shorter extraction method produced higher flavonoid levels and was also optimal in time compared to the maceration method with a shorter extraction time. Phytochemical and TLC tests indicated the presence of flavonoids, while FTIR results revealed typical flavonoid functional groups such as O-H, aromatic C=C, and C-O. Based on these results, it can be concluded that the ultrasonic extraction method is more effective for extracting flavonoids from moringa leaves. &#13;
 &#13;
Keywords: Moringa leaves, Flavonoids, Maceration, Ultrasonic Extraction, UV-Vis, FTIR
</description>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15502</guid>
<dc:date>2026-02-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>IDENTIFIKASI MIKROBA PENGHASIL ENZIM LIPASE DARI LUMPUR MANGROVE YANG TERCEMAR DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA</title>
<link>https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15475</link>
<description>IDENTIFIKASI MIKROBA PENGHASIL ENZIM LIPASE DARI LUMPUR MANGROVE YANG TERCEMAR DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA
Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi mikroba lokal di lingkungan ekstrem yang dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Penelitian ini berfokus pada identifikasi mikroba penghasil enzim lipase yang diisolasi dari lingkungan tercemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan mikroba penghasil lipase pada lumpur mangrove di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, secara molekuler. Metode yang digunakan meliputi preparasi sampel, isolasi koloni tunggal, dan inokulasi isolat ke media cair. Tahapan identifikasi dilakukan meliputi isolasi DNA bakteri, elektroforesis, amplifikasi DNA menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction dengan primer universal gen 16S rRNA, sekuensing dan analisis urutan nukleotida. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh isolat bakteri yang berhasil diidentifikasi. Seluruh isolat tersebut merupakan anggota genus Bacillus, dengan spesies terdekat meliputi Bacillus cereus, B. amyloliquefaciens, B. methylotrophicus, B. albus, dan B. paramycoides. Tingkat kemiripan genetik yang ditemukan sangat tinggi, berkisar antara 99,17% hingga 100%. Temuan ini menyimpulkan bahwa ekosistem mangrove Muara Angke yang tercemar memiliki keragaman genus Bacillus yang signifikan dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber enzim lipase dalam berbagai aplikasi bioteknologi masa depan
</description>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15475</guid>
<dc:date>2026-02-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
