Show simple item record

dc.date.accessioned2025-02-07T04:40:31Z
dc.date.available2025-02-07T04:40:31Z
dc.date.issued2025-02-06
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/13379
dc.descriptionPenelitian ini merupakan bagian dari prasyarat kelulusan peneliti untuk mata kuliah Skripsi dari Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina 2024/2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hambatan yang dihadapi Malaysia dalam merealisasikan proyek East Coast Railway Link (ECRL) selama periode 2016–2020 dalam konteks kebijakan Developmental State.en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi Malaysia sebagai negara pembangunan dalam merealisasikan proyek East Coast Railway Link (ECRL) dibawah Belt and Road Initiative (BRI) Tiongkok. Pembangunan infrastruktur dan investasi memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara, tetapi sering kali memerlukan dukungan eksternal. Proyek ECRL yang merupakan bagian dari BRI Tiongkok, mencerminkan kolaborasi Malaysia dengan Tiongkok untuk meningkatkan konektivitas regional dan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kemitraan ini menghadirkan hambatan, seperti ketergantungan finansial, dinamika politik, dan kekhawatiran atas otonomi nasional. Dengan menggunakan kerangka negara pembangunan dengan indikator utama seperti efisiensi birokrasi, otonomi kelembagaan, dan embeddedness untuk mengevaluasi hambatan dalam realisasi proyek ECRL.Penelitian ini menyoroti peran renegosiasi dalam mengurangi biaya proyek dan meningkatkan partisipasi lokal, yang menunjukkan upaya Malaysia untuk menyeimbangkan kolaborasi eksternal dengan kepentingan nasional. Namun, masalah seperti keterbatasan keterlibatan masyarakat lokal, kurangnya transparansi, dan ketergantungan pada pendanaan Tiongkok tetap menjadi tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif, menggunakan data dari dokumen resmi, laporan, dan literatur akademis untuk memberikan analisis deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun proyek ECRL sejalan dengan tujuan pembangunan Malaysia, tantangan dalam tata kelola dan keterlibatan pemangku kepentingan harus diselesaikan untuk memaksimalkan manfaat proyek. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang bagaimana Malaysia menavigasi inisiatif global seperti BRI sambil mengatasi hambatan domestik, serta menawarkan wawasan tentang implementasi kebijakan Developmental State dalam proyek infrastruktur berskala besar.en_US
dc.description.sponsorshipDana pribadien_US
dc.language.isootheren_US
dc.titleHAMBATAN REALISASI EAST COAST RAILWAY LINK (ECRL) MALAYSIA DALAM PERSPEKTIF DEVELOPMENTAL STATE (2016-2020)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record