ANALISIS SERVICE QUALITY BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN FMEA (STUDI KASUS: PT KARISMA SEJAHTERA LOGISTIK)
Abstract
PT Karisma Sejahtera Logistik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Jasa
Perusahaan Transportasi (JPT) meliputi : PPJK/Custom Clearance, Trucking(Dry and Refer
Container),Heavy Cargo Domestik/AntarPulau, dan pengurusan Warehouse/Pergudangan.
PT. Karisma Sejahtera Logistik adalah perusahaan yang telah berkembang pesat dalam
industri logistik. Kami mengkhususkan diri dalam menyediakan beragam layanan untuk
memenuhi kebutuhan pengiriman dan logistik pelanggan. Layanan PT Karisma Sejahtera
Logistik mencakup tiga bidang utama, yaitu Shipping Board, Logistik Proyek, dan layanan
relocating. Dalam era globalisasi ini, persaingan diantara perusahaan freight forwarder
semakin meningkat. Oleh karena itu, menjaga tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi
menjadi kunci untuk mempertahankan dan menarik pelanggan baru. Keberhasilan
perusahaan tidak hanya tergantung pada efisiensi operasional dan harga yang kompetitif,
tetapi juga kemampuannya untuk memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan. Pada
konteks ini, penelitian mengenai kepuasan pelanggan terhadap freight forwarder memiliki
relevansi yang tinggi. Kepuasan pelanggan telah menjadi perhatian utama dalam industri
pengangkutan barang, khususnya dalam konteks perusahaan freight forwarder. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dampak dimensi kualitas layanan pada industri freight
forwarder dengan menggunakan alat analisis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dimensi tangible (kualitas fisik), empathy (kepedulian), reliability (keandalan), dan
assurance (kepercayaan) secara signifikan memengaruhi kualitas layanan. Meskipun
demikian, hasil analisis SmartPLS menunjukkan bahwa dimensi responsiveness
(ketanggapan) tidak memiliki dampak signifikan terhadap kualitas layanan dalam konteks
industri ini. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi pemangku kepentingan
dalam industri freight forwarder. Kriteria penentuan dalam pengukuran effect size adalah
jika nilai f2=0.02 maka dinyatakan mempunyai effect size yang kecil, kemudian jika nilai
f
2=0.15 maka mempunyai effect size sedang, dan jika nilai f2=0.35 maka dinyatakan
memiliki effect size yang besar. Berdasarkan hasil analisis menggunakan diagram kartesius
dengan menentukan gap antara expectation dan satisfaction, maka didapatkan 3 indikator
yang perlu dilakukan perbaikan. Tiga indikator tersebut terkait dengan dimensi Reliability,
Assurance dan, Tangibles.