Show simple item record

dc.date.accessioned2025-02-11T05:09:34Z
dc.date.available2025-02-11T05:09:34Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/13434
dc.description.abstractAmerika Serikat (AS) menerapkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela sejak 2015 melalui Executive Order (EO) 13692 dan memperketatnya pada 2017 dengan EO 13808 sebagai respons terhadap krisis politik dan kemanusiaan di negara tersebut. Namun, pada tahun 2023, Amerika Serikat melonggarkan sanksi terhadap sektor minyak, gas, dan emas di Venezuela setelah tercapainya Barbados Agreement yang disepakati oleh pihak oposisi dan pemerintah Venezuela. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan AS di balik pelonggaran sanksi tersebut serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi kebijakan luar negeri AS terhadap Venezuela. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan secondary data, termasuk dokumen resmi, pernyataan kebijakan, dan analisis media internasional. Pendekatan analisis didasarkan pada metode Rational Choice Theory (RCT) dalam pengambilan keputusan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelonggaran sanksi ini merupakan strategi AS untuk mengakomodasi perubahan politik di Venezuela sekaligus mempertahankan pengaruhnya di kawasan Amerika Latin. Diskusi dalam penelitian ini berfokus pada relevansi teori kebijakan luar negeri dalam menganalisis pengambilan keputusan Amerika Serikat.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectKebijakan Luar Negeri, Amerika Serikat, Barbados Agreement, Sanksi Ekonomi, Venezuela, Rational Choice Theoryen_US
dc.titleKebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam Barbados Agreement Terkait Pelonggaran Sanksi Ekonomi Terhadap Venezuela di Tahun 2023en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record