Show simple item record

dc.contributor.authorPURNOMO, ALDAN
dc.date.accessioned2025-02-11T07:43:46Z
dc.date.available2025-02-11T07:43:46Z
dc.date.issued2022-02-24
dc.identifier.citationuniversitas pertaminaen_US
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/13441
dc.descriptionmetode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dokumen kualitatif (Qualitative documents), Dalam penelitian ini menggunakan analisis data dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data yang dikumpulkan dianalisis secara sistematis dengan mengacu pada kerangka teori yang telah ditentukan. Analisis dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: Bagaimana peran United Nations High Universitas Pertamina - 20 Commissioner for Refugees dalam menangani pengungsi Ukraina di Jerman tahun 2022-2024 dari perspektif Liberalisme Institusional? Kerangka analisis menggunakan enam dimensi utama Liberalisme Institusional: 1. Mengurangi Adanya Ketidakpastian dan Meningkatkan Transparansi. 2. Memberikan Fasilitas Kerja sama Multilateral. 3. Menyediakan Berbagai Kerangka Aturan dan Norma 4. Pengelolaan Interdependensi yang terjadi Antarnegara 5. Mengurangi Biaya Transaksi 6. Meningkatkan Kredibilitas Komitmen Antarnegara.en_US
dc.description.abstractABSTRAK Aldan Rizky Ibnu Fatulloh Purnomo. 106220020. Peran United Nations High Commissioner for Refugees dalam Menangani Pengungsi Ukraina di Jerman Tahun 2022 – 2024: Tinjauan dari Perspektif Liberalisme Instituisonalis. Penelitian ini mengkaji mengenai Peran United Nations High Commisioner for Refugees dalam menangani pengungsi Ukraina yang berada di Jerman akibat invasi Rusia terhadap Ukraina. Invasi tersebut menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur di Ukraina, termasuk prasarana transportasi, tempat tinggal masyarakat sipil, serta ruang publik merupakan sarana prasarana yang di peruntukkan masyarakat khalayak ramai, misalnya: sekolah, rumah sakit dan lainlain. Akibatnya, banyak warga Ukraina terpaksa mencari tempat perlindungan di negara lain, dengan Jerman menjadi salah satu tujuan utama setelah Polandia. Tujuan penelitian ini yaitu tentang menganalisis peran United Nations High Commisioner for Refugees dalam menangani peningkatan jumlah pengungsi Ukraina, yang menyebabka pemerintah Jerman merasa kewalahan dalam menangani sehingga dibutuhkannya kerja sama internasional untuk bisa menangani pengungsi situasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama internasional khususnya dengan United Nations High Commisioner for Refugees, untuk menangani pengungsi tersebut. Pada penelitian ini digunakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan menerapkan teori Organisasi Internasional serta Liberalisme Institusional sebagai dasar teori yang digunakan untuk menganalisis mengenai peran United Nations High Commisioner for Refugees dalam menangani pengungsi Ukraina di Jerman tahun 2022-2024. Kata kunci: United Nations High Commisioner for Refugees, Jerman, Liberalisme Institusional, Pengungsi Ukraina, Organisasi Internasionalen_US
dc.description.sponsorship-en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherALDAN RIZKY IBNU FATULLOH PURNOMOen_US
dc.relation.ispartofseries-;-
dc.subjectKata kunci: United Nations High Commisioner for Refugees, Jerman, Liberalisme Institusional, Pengungsi Ukraina, Organisasi Internasionalen_US
dc.titleALDAN RIZKY IBNU FATULLOH PURNOMO_106220020en_US
dc.title.alternativePERAN UNITED NATIONS HIGH COMMISIONER FOR Refugees DALAM MENANGANI PENGUNGSI UKR AINA DI JERMAN TAHUN 2022-2024: TINJAUAN DARI PERSPEKTIF LIBERALISME INSTITUSIONALen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record