Efektivitas Kerja Sama Proyek Yamal Liquid Natural Gas Dalam Belt And Road Initiative Terhadap Keamanan Energi Cina
Abstract
Penelitian ini membahas tentang meningkatnya konsumsi energi di Tiongkok seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industri yang mendorong negara tersebut untuk mencari sumber energi yang lebih beragam dan berkelanjutan. Gas alam cair (LNG) merupakan salah satu solusi utama dalam transisi energi dari batu bara, yang sejalan dengan target netralitas karbon Tiongkok. Ketergantungan yang tinggi terhadap impor LNG dari negara-negara seperti Australia, Qatar, dan Amerika Serikat menimbulkan tantangan dalam ketahanan energi, terutama karena volatilitas harga dan ketegangan geopolitik. Cina menggunakan Belt and Road Initiative (BRI) sebagai jalur investasi dalam proyek Yamal LNG. Peneliti ingin melihat efektivitas Yamal LNG periode 2017-2020 dalam memenuhi keamanan energi Cina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka teori ketahanan energi, yang mencakup empat aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, aksesibilitas, dan penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama Yamal LNG memberikan kontribusi signifikan terhadap diversifikasi pasokan energi Cina, mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional, serta membuka jalur perdagangan baru melalui Rute Laut Utara.