Analisis Semiotika Peirce Pada Political Branding Prabowo Gibran Melalui Desain Baliho “Gemoy” Dalam Pilpres 2024.
Abstract
Utravinof Sujana Kusuma. 106120050. Analisis Semiotika Peirce Pada Political Branding Prabowo Gibran Melalui Desain Baliho '“Gemoy”' Dalam Pilpres 2024
Peneltian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana analisis representamen object dan interpretant pada desain baliho “Gemoy” paslon 02 Prabowo Gibran berdasarkan kajian Semiotika Charles Sanders Peirce, kemudian menjelaskakn bagaimana nilai-nilai Political branding yang terdapat pada desain baliho “Gemoy” Prabowo Gibran pada pemilihan presiden 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan paradigma konstrutivis. Fokus penelitian ini adalah desain baliho “Gemoy” Prabowo Gibran yang diamati pada berbagai foto di berbagai artikel berita yang membahas baliho, spanduk, dan bilboard. Data diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan pada penelitian ini adalah political branding dengan metode analisis Semiotika Charles Sanders Peirce. Political branding pasangan Prabowo Gibran menunjukkan bahwa keberhasilan dalam membangun citra politik yang kuat seperti branding sebagai pemimpin merakyat dan sederhana, dengan gaya komunikasi yang santai dan dekat dengan rakyat yang disampaikan melalui baliho “Gemoy”. Dengan strategi yang komprehensif, pasangan ini mampu menciptakan hubungan emosional yang mendalam, membangun daya tarik yang relevan, dan memperkuat identitas mereka sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat serta mampu bersaing secara efektif di Pemilihan Presiden 2024.