ANALISIS RESEPSI PUBLIK TERHADAP KONTEN EDUKASI DI TIKTOK @geraldvincentt (STUDI KASUS KANDUNGAN BROMAT TINGGI LE MINERALE YANG DINYATAKAN HOAKS OLEH KOMINFO)
Abstract
Latar belakang penelitian ini disebabkan oleh maraknya penyebaran informasi palsu di media sosial, salah satunya melalui akun Tiktok Gerald Vincent (@geraldvincentt) pada kasus kandungan bromat tinggi pada air minum kemasan Le Minerale yang berpotensi menyebabkan tumor dan kanker. Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi pada akhirnya menyatakan hoaks melalui situs resminya. Meskipun demikian, konten tersebut sempat viral dan mendapatkan berbagai tanggapan dari publik baik pro dan kontra. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji resepsi publik terhadap konten tersebut setelah dinyatakan hoaks oleh Kominfo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menerapkan paradigma kontruktivisme dengan metode studi kasus serta teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara. Data-data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan teori resepsi oleh Stuart Hall. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat satu informan berada dalam posisi dominant hegemonic yaitu menerima dan percaya konten mengandung hoaks. Faktor pemaknaan informan ini dipengaruhi oleh frameworks of knowledge (kerangka pengetahuan). Kemudian tiga informan berada dalam posisi negotiated yang artinya tidak menerima pesan secara utuh atau selektif terhadap pesan. Ketiga informan ini dipengaruhi oleh faktor frameworks of knowledge (kerangka pengetahuan). Sementara terdapat satu informan berada pada posisi oppositional yang artinya menolak percaya konten mengandung hoaks dan memberikan makna yang berlawanan. Pemaknaan informan tersebut dipengaruhi oleh faktor relations of production (hubungan dengan pembuat pesan).