dc.description.abstract | Tri Mei Elena. 104221005. Profil Keberadaan Bakteri Resisten Antibiotik Kanamisin di Sungai Ciliwung Studi Kasus Musim Hujan.
Bakteri resisten antibiotik merupakan ancaman serius terhadap kesehatan karena mampu bertahan terhadap pengobatan antibiotik yang sebelumnya efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan ketahanan bakteri resisten antibiotik kanamisin di Sungai Ciliwung pada musim hujan serta memberikan rekomendasi pengelolaan lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan di bagian hulu (Telaga Saat, Bogor) dan hilir (Teluk Jakarta), diikuti pengujian laboratorium menggunakan metode dilusi dan isolasi bakteri untuk menentukan profil ketahanan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah koloni bakteri resisten lebih tinggi di hilir dibandingkan hulu, dengan rata-rata pertumbuhan koloni mencapai 170–362 koloni di hilir dan 1–36 koloni di hulu. Pengujian variasi konsentrasi antibiotik kanamisin menunjukkan bahwa resistensi bakteri mulai terlihat pada konsentrasi 1/1000 μg/ml, dengan pertumbuhan koloni yang signifikan. Ketahanan bakteri berkurang pada konsentrasi 1/500 μg/ml, dan semakin menurun pada konsentrasi 1/100 μg/ml, namun beberapa bakteri tetap bertahan pada konsentrasi 1/50 μg/ml. Faktor curah hujan meningkatkan debit air dan menyebabkan pengenceran zat pencemar, namun tidak sepenuhnya menghilangkan keberadaan bakteri resisten. Aktivitas domestik dan industri di sekitar aliran sungai menjadi penyumbang utama pencemaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan pengelolaan limbah domestik dan industri, penerapan teknologi pengolahan air limbah seperti kombinasi membran nanofiltrasi dan reverse osmosis, serta edukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik secara bijak, termasuk pengawasan distribusi antibiotik kanamisin untuk mencegah penyebaran bakteri resisten di lingkungan.
Kata kunci: bakteri resisten antibiotik, kanamisin, Sungai Ciliwung, variasi konsentrasi, musim hujan, pengelolaan limbah | en_US |