dc.contributor.author | Nur habibah, Siti | |
dc.date.accessioned | 2025-02-14T17:09:52Z | |
dc.date.available | 2025-02-14T17:09:52Z | |
dc.date.issued | 2025-02-14 | |
dc.identifier.uri | https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/13696 | |
dc.description | Nusa Penida, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali, menghadapi tantangan pengelolaan kebersihan dan keamanan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Tingginya kesadaran wisatawan terhadap aspek keselamatan dan kebersihan, terutama pasca pandemi COVID-19, menuntut penerapan standar safety hygiene yang lebih optimal. Berbagai insiden di destinasi wisata, seperti kecelakaan di pantai-pantai Jawa Barat dan aktivitas snorkeling di Nusa Penida, menyoroti perlunya pengawasan ketat dan penerapan protokol keselamatan yang lebih baik. Program safety hygiene tidak hanya meningkatkan keamanan wisatawan, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan daya tarik destinasi. Salah satu metode untuk mendukung program ini adalah melalui analisis Willingness to Pay (WTP), yang mengukur kesediaan wisatawan memberikan kontribusi finansial. Studi ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi WTP wisatawan dalam mendukung program safety hygiene di Nusa Penida, sekaligus memberikan rekomendasi program-program safety hygiene sebagai upaya meningkatkan kualitas pariwisata di Nusa Penida. Pada penelitian ini, metode yang diterapkan yaitu Choice Experiment (CE) dengan merancang survei untuk memperoleh data berdasarkan pilihan-pilihan yang diambil oleh responden. Dalam studi ini, digunakan lima atribut yang meliputi aspek support services and facilities, orientation services and facilities, security services and safety facilities, interpretation services and facilities, multiple services and facilities. Penelitian ini mengidentifikasi dua skenario alternatif yang dirumuskan sebagai strategi untuk mengantisipasi dan mengatasi beragam tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Dua skenario diantaranya, skenario I adalah pengembangan fasilitas penunjang keselamatan dengan memperoleh nilai MWTP sebesar Rp1.266.512/orang/kunjungan dan skenario II adalah pengembangan fasilitas penunjang keselamatan dengan memperoleh nilai MWTP sebesar Rp3.319.273/orang/kunjungan. | en_US |
dc.description.abstract | Nusa Penida, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali, menghadapi tantangan pengelolaan kebersihan dan keamanan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Tingginya kesadaran wisatawan terhadap aspek keselamatan dan kebersihan, terutama pasca pandemi COVID-19, menuntut penerapan standar safety hygiene yang lebih optimal. Berbagai insiden di destinasi wisata, seperti kecelakaan di pantai-pantai Jawa Barat dan aktivitas snorkeling di Nusa Penida, menyoroti perlunya pengawasan ketat dan penerapan protokol keselamatan yang lebih baik. Program safety hygiene tidak hanya meningkatkan keamanan wisatawan, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan dan daya tarik destinasi. Salah satu metode untuk mendukung program ini adalah melalui analisis Willingness to Pay (WTP), yang mengukur kesediaan wisatawan memberikan kontribusi finansial. Studi ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi WTP wisatawan dalam mendukung program safety hygiene di Nusa Penida, sekaligus memberikan rekomendasi program-program safety hygiene sebagai upaya meningkatkan kualitas pariwisata di Nusa Penida. Pada penelitian ini, metode yang diterapkan yaitu Choice Experiment (CE) dengan merancang survei untuk memperoleh data berdasarkan pilihan-pilihan yang diambil oleh responden. Dalam studi ini, digunakan lima atribut yang meliputi aspek support services and facilities, orientation services and facilities, security services and safety facilities, interpretation services and facilities, multiple services and facilities. Penelitian ini mengidentifikasi dua skenario alternatif yang dirumuskan sebagai strategi untuk mengantisipasi dan mengatasi beragam tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Dua skenario diantaranya, skenario I adalah pengembangan fasilitas penunjang keselamatan dengan memperoleh nilai MWTP sebesar Rp1.266.512/orang/kunjungan dan skenario II adalah pengembangan fasilitas penunjang keselamatan dengan memperoleh nilai MWTP sebesar Rp3.319.273/orang/kunjungan. | en_US |
dc.language.iso | other | en_US |
dc.publisher | Universitas Pertamina | en_US |
dc.subject | Atribut, Choice Experiment, Safety Hygiene, Willingness to Pay (WTP), Wisatawan | en_US |
dc.title | ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) WISATAWAN MENGGUNAKAN METODE CHOICE EXPERIMENT DALAM MENDUKUNG PROGRAM SAFETY HYGIENE DI KECAMATAN NUSA PENIDA, BALI | en_US |
dc.title.alternative | ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) WISATAWAN MENGGUNAKAN METODE CHOICE EXPERIMENT DALAM MENDUKUNG PROGRAM SAFETY HYGIENE DI KECAMATAN NUSA PENIDA, BALI | en_US |
dc.type | Thesis | en_US |