dc.description.abstract | Sophia Az-Zahro Setiawan. 104221015. Analisis Ketahanan Masyarakat Lokal Dalam
Mengelola Sampah Laut Menggunakan Metode Choice Experiment di Kecamatan Nusa
Penida.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Marginal Willingness to Participate
(MWTP) dalam pengelolaan sampah laut di Kecamatan Nusa Penida serta menyusun
skenario hipotesis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Analisis dilakukan
berdasarkan atribut ecosystem services (ES), economic activities (EA), community action
(CA), dan infrastructure and buildings (IB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Choice Experiment, yang memungkinkan identifikasi preferensi masyarakat terhadap
berbagai alternatif pengelolaan sampah laut. Data dikumpulkan melalui penyebaran
kuesioner kepada masyarakat lokal di Nusa Penida, dengan analisis statistik dilakukan
menggunakan perangkat lunak NLogit dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan variasi
tingkat komitmen waktu yang diinvestasikan oleh masyarakat dalam berbagai atribut. Rata-rata waktu partisipasi masyarakat untuk atribut ES1 dan ES2 masing-masing adalah 2,8 jam
dan 7,4 jam per bulan, menunjukkan bahwa ES2 memiliki tingkat partisipasi lebih tinggi.
Atribut EA1 dan EA2 masing-masing tercatat sebesar 3,4 jam dan 2,7 jam per bulan.
Sementara itu, tingkat partisipasi pada atribut CA1, CA2, dan CA3 masing-masing sebesar
2,2 jam, 3,5 jam, dan 2,3 jam per bulan. Atribut CA4 menunjukkan tidak adanya partisipasi,
mengindikasikan bahwa alternatif yang ditawarkan kurang relevan. Untuk atribut IB1 dan
IB2, waktu partisipasi masing-masing adalah 4,2 jam dan 1,3 jam per bulan, dengan IB1
lebih diminati. Berdasarkan skenario hipotesis, jumlah MWTP pada pilihan 1 dan pilihan 2
masing-masing tercatat sebesar 8,7 jam dan 9,7 jam per bulan. Hasil penelitian
merekomendasikan pengembangan program pengelolaan sampah laut yang berfokus pada
atribut dengan tingkat MWTP tertinggi untuk meningkatkan efektivitas partisipasi
masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat kerentanan masyarakat
lokal dalam pengelolaan sampah laut masih tinggi, sehingga diperlukan strategi pengelolaan
yang lebih komprehensif. | en_US |