dc.description.abstract | Kota Tangerang Selatan merupakan lokasi yang strategis, hal ini dapat ditinjau dari adanya akses transportasi umum dapat dijangkau dengan mudah untuk menuju Jakarta seperti menggunakan commuter line. Kota Tangerang Selatan memiliki jarak sekitar 21.8 km untuk menuju Jakarta jika mengunakan commuter line Rawa Buntu – Tanah Abang. Commuter line merupakan moda transportasi berbasis rel yang menghubungkan kawasan pusat bisnis di daerah perkotaan dengan daerah pinggiran kota. Pada 1 juli 2024 PT KCI mencatat jumlah penumpang harian commuter line jabodetabek mencapai 1.149.417 penumpang. Stasiun Rawa Buntu berperan sebagai penghubung antara Kota Tangerang Selatan dan DKI Jakarta, yang turut mempengaruhi berbagai moda transportasi di sekitarnya. Stasiun Rawa Buntu menjadi stasiun keempat setelah Stasiun Palmerah,
dengan jumlah penumpang yang tercatat pada tahun 2018 mencapai 6.563.762 penumpang per tahun, atau sekitar 500.000 penumpang setiap bulannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap pemilihan moda transportasi dan model yang dihasilkan pengguna moda transportasi commuter line Rawa Buntu – Tanah Abang terhadap proyeksi koridor MRT (mass rapid transit) Rawa Buntu – Lebak Bulus. Metode yang digunakan pada penelitian ini
regresi logistik dengan atribut tarif, waktu tempuh, dan frekuensi. Metode survei yang digunakan stated preference. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah variabel – variabel yang berpengaruh jenis kelamin (X1), penghasilan perbulan (X2), pengeluaran untuk transportasi perbulan (X3), total biaya dalam satu kali perjalanan (X5), jarak dari stasiun kedatangan (Tanah
Abang/Palmerah/Kebayoran) ke kantor (X8), dan waktu yang dibutuhkan dari stasiun kedatangan (Tanah Abang/Palmerah/Kebayoran) ke kantor (X9). Adapun model yang dihasilkan logit (P) = 𝑝 1−𝑝= 𝛽0 + 𝛽1X1 + 𝛽2X2 + 𝛽3X3 + 𝛽5X5 + 𝛽8X8 + 𝛽9X9 = 0.497 - 1.050(X1) + 0.821(X2) + 1.550(X3) - 1.042(X5) + 1.194(X8) – 1.328(X9) | en_US |