ANALISIS KEGAGALAN CHOKE VALVE DAN GATE VALVE PADA BACK PRESSURE MANIFOLD (BPM) MENGGUNAKAN METODE FMEA DI WORKSHOP BOP PT. PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA
Abstract
Back Pressure Manifold (BPM) merupakan bagian penting dari sistem well control pada operasi pengeboran minyak dan gas yang berfungsi mengendalikan tekanan balik. Keandalan BPM sangat bergantung pada kinerja choke valve dan gate valve, karena kegagalan kedua katup tersebut dapat menyebabkan kebocoran, gangguan pengendalian tekanan, hingga meningkatkan risiko kick dan blowout.
Laporan kerja praktik ini menganalisis kegagalan choke valve dan gate valve pada BPM di Workshop Blowout Preventer (BOP) PT Pertamina Drilling Services Indonesia menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi mode kegagalan, penyebab, dan dampaknya, serta menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) sebagai dasar prioritas penanganan.
Hasil FMEA menunjukkan bahwa komponen paling kritis adalah seat pada choke valve (RPN 324) dan gate/seat ring pada gate valve (RPN 225), yang dipengaruhi oleh erosi, keausan, serta kondisi fluida yang abrasif dan korosif. Oleh karena itu, direkomendasikan penerapan material tahan erosi dan korosi, sistem filtrasi upstream, serta inspeksi dan pemeliharaan rutin untuk meningkatkan keandalan BPM dan keselamatan operasi pengeboran.
