PENERAPAN MIN-MAX INVENTORY POLICY DALAM PENGELOLAAN STOK COUPLING PROYEK FIRE FIGHTING PT TOTAL TEKNIK INDONESIA-CIKARANG
Abstract
Kerja Praktik ini dilaksanakan di PT Total Teknik Indonesia pada proyek instalasi sistem fire fighting PT Michelin Indonesia – Cikarang. Proyek ini memerlukan pengelolaan persediaan material yang andal, khususnya material coupling, karena keterlambatan atau kekurangan satu komponen dapat menghambat keseluruhan proses instalasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Kepala Divisi Logistik Proyek, ditemukan permasalahan berupa ketidakpastian lead time pengadaan material yang sebagian berasal dari impor maupun supplier lokal, serta adanya potensi kehilangan atau kerusakan material di area workshop dan lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan material coupling menggunakan kebijakan Min–Max Inventory Policy guna menentukan batas minimum dan maksimum persediaan yang optimal. Data yang digunakan berupa data historis permintaan material selama periode proyek, hasil wawancara, serta lead time aktual yang diperoleh sebesar 26 hari. Safety stock ditetapkan berdasarkan rata-rata kehilangan atau kerusakan material sekitar 10 unit per bulan, sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai minimum stock (Min) dan maximum stock (Max) tidak selalu sebanding dengan total permintaan kumulatif material, karena kebijakan Min–Max berfokus pada kebutuhan persediaan selama lead time. Penerapan kebijakan ini memberikan batas pengendalian persediaan yang lebih terstruktur dan membantu perusahaan dalam mengantisipasi risiko stockout maupun overstock. Dengan demikian, metode Min–Max Inventory Policy dinilai relevan dan dapat diterapkan sebagai alat bantu pengelolaan persediaan material coupling pada proyek instalasi fire fighting.
