| dc.contributor.author | Sherly, Rachmawati Fikrah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T16:53:14Z | |
| dc.date.available | 2026-02-05T16:53:14Z | |
| dc.date.issued | 2026-02-05 | |
| dc.identifier.uri | https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15388 | |
| dc.description | Tugas Akhir ini membahas tentang permasalahan kerentanan IKP Indonesia akibat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan produksi lokal. Hal tersebut menciptakan defisit yang harus dipenuhi melalui kebijakan impor dan kepentingan reorientasi kawasan agar tidak bergantung pada aktor tunggal yang berisiko. Dalam konteks ini, Sudan menjadi mitra diversifikasi sumber impor strategis di Kawasan Afrika, dibuktikan dengan intensitas suplai tertinggi untuk komoditas kacang-kacangan. Melihat adanya konsistensi dibandingkan dengan negara Afrika lainnya, Indonesia berupaya untuk mempertahankan suplai kacang-kacangan dari Sudan melalui kerangka Diplomasi Komersial. | en_US |
| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji fenomena keharusan mengimplementasikan kebijakan impor untuk menutup defisit kesenjangan antara kebutuhan konsumsi masyarakat dengan total produksi lokal untuk memenuhi sumber protein masyarakat Indonesia. Untuk itu, Sudan menawarkan peluang strategis sebagai mitra diversifikasi sumber impor pangan nasional yang didukung oleh agregat tertinggi pemasok kacang-kacangan dari seluruh negara Afrika. Menggunakan kerangka diplomasi komersial dengan penerapan konsepsi Input-Throughput-Output, kajian ini bertujuan meninjau pola Diplomasi Komersial Indonesia dengan Sudan sebagai upaya pengadaan pasokan bahan pangan strategis nasional. Melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis literatur dari laporan kegiatan bilateral kedua negara, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan total produksi lokal. Kesenjangan tersebut menciptakan defisit yang harus dipernuhi melalui impor pangan, hal ini yang menjadi faktor penggerak atau drivers bagi Indonesia. Melalui kegiatan kunjungan kenegaraan, promosi, dan investasi dalam pameran, Indonesia berhasil mempertahankan suplai sumber protein dari Sudan yang dikemas dalam indikator troughput, walaupun mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, Indonesia mendapatkan manfaat berupa output dalam aspek ekonomi, politik, dan citra negara, yang pada akhirnya menguatkan hubungan bilateral dengan Sudan, terutama dalam sektor pertanian dan dukungan ketahanan pangan. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Pertamina | en_US |
| dc.subject | Diplomasi Komersial, Bilateral Agrikultur, Suplai Produk Pangan, Indonesia, Sudan | en_US |
| dc.title | DIPLOMASI KOMERSIAL INDONESIA KEPADA SUDAN DALAM MEMPERTAHANKAN SUPLAI KACANG-KACANGAN TAHUN 2019-2023 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |