• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • STUDENTS INTERNSHIP REPORT (IR)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • STUDENTS INTERNSHIP REPORT (IR)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran BNPP Sebagai Platform Sosial Dalam Membentuk Identitas Nasional dan Simbol Kehadiran Negara: Analisis Konstruktivis atas Perbatasan Indonesia–Papua Nugini

    Thumbnail
    View/Open
    Laporan Kerja Praktik (Internship Report) akademik yang disusun oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina mengenai peran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Dokumen ini secara khusus menganalisis pembangunan PLBN Skouw di perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) sebagai platform sosial dan simbol kehadiran negara menggunakan pendekatan teori konstruktivisme. Isi laporan mencakup latar belakang kebijakan pembangunan dari pinggiran, profil operasional BNPP, catatan kegiatan kerja praktik terkait koordinasi lintas kementerian, serta kajian mengenai bagaimana simbol-simbol negara seperti bendera dan infrastruktur fisik membentuk identitas nasional masyarakat perbatasan. (2.021Mb)
    Date
    2026-01-14
    Author
    Edomora Hesekiel, Siahaan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw sebagai instrumen strategis dalam membentuk identitas nasional dan simbol kehadiran negara di perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Wilayah perbatasan Papua memiliki kompleksitas sosial-politik yang tinggi, terutama terkait isu keterisolasian, marjinalisasi, dan sentimen separatisme yang mengancam integrasi nasional. Dengan menggunakan teori konstruktivisme, laporan ini menjelaskan bagaimana identitas nasional dikonstruksi melalui interaksi, simbol, dan narasi yang dibentuk oleh negara di wilayah pinggiran. Hasil analisis menunjukkan bahwa PLBN Skouw tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik atau gerbang administratif, melainkan sebagai platform sosial yang memadukan aktivitas ekonomi, budaya, dan pelayanan publik. Kehadiran simbol-simbol negara yang megah, seperti bendera Merah Putih dan lambang Garuda, berfungsi sebagai media komunikasi non-verbal untuk menegaskan kedaulatan dan memberikan pengakuan negara terhadap masyarakat Papua. Melalui narasi pembangunan "Membangun dari Pinggiran", PLBN Skouw berhasil menciptakan ruang interaksi lintas batas yang meningkatkan kesejahteraan lokal dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap NKRI. Kesimpulannya, PLBN Skouw merupakan medium integrasi sosial yang efektif untuk mengurangi jarak psikologis antara pemerintah pusat dan warga perbatasan serta memperkokoh kedaulatan mental di tanah Papua.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15393
    Collections
    • STUDENTS INTERNSHIP REPORT (IR)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV