JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL PELAJAR SMA TERKAIT PENYEBARAN INFORMASI TABLET TAMBAH DARAH (STUDI KASUS PELAJAR PEREMPUAN SMA NEGERI SUMATERA SELATAN)
Abstract
Jaringan Komunikasi Sosial Pelajar SMA Terkait Penyebaran
Informasi Tablet Tambah Darah (Studi Pelajar Perempuan SMA Negeri Sumatera Selatan).
Penelitian ini membahas jaringan komunikasi yang terbentuk akibat adanya pembahasan
terkait tablet tambah darah di SMA Negeri Sumatera Selatan pada angkatan 15, 16 dan 17
dengan tujuan untuk menganalisis struktur dan pola jaringan komunikasi dalam penyebaran
informasinya. Peristiwa dianalisis dari 2 momentum, yaitu sebelum masuk SMA dan saat
masuk SMA. Selanjutnya, metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan
Communication Network Analysis (CNA). Hasil penelitian menunjukkan dua momentum
utama dalam struktur jaringan komunikasi penyebaran informasi Tablet Tambah Darah (TTD).
Pada fase sebelum memasuki SMA, jaringan komunikasi bersifat renggang dan belum
terintegrasi, dengan kepadatan dan sentralitas yang rendah, sehingga arus informasi belum
tersebar secara merata dan hanya terkonsentrasi pada sebagian kecil aktor. Setelah pelajar
berada dalam lingkungan SMA, struktur jaringan menjadi lebih terhubung dan fungsional,
ditandai dengan meningkatnya kepadatan relasi, pembagian peran aktor yang lebih jelas, serta
terbentuknya pola pengaruh, meskipun masih terkonsentrasi pada aktor tertentu. Temuan ini
menegaskan bahwa konteks institusional sekolah berperan penting dalam meningkatkan
efektivitas penyebaran informasi kesehatan berbasis jaringan sosial.
