Diplomasi Ekonomi Tiongkok Terhadap Indonesia Dalam Mencapai Kebutuhan Baterai Dalam Produksi Electric Vehicle Tiongkok 2018-2024
Abstract
Indonesia Dalam Mencapai Kebutuhan Baterai Dalam Produksi Electric Vehicle Tiongkok 2018-2024
Penelitian ini menganalisis strategi diplomasi ekonomi Tiongkok terhadap Indonesia dalam mengamankan pasokan nikel kelas baterai bagi industri kendaraanlistrik (electric vehicle/EV) Tiongkok melalui proyek Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada periode 2018-2024. IMIP diposisikan sebagai studi kasus representatif untuk memahami dinamika diplomasi ekonomi dan hubungan ketergantungan dalam konteks transisi energi global, tanpa mengklaim generalisasi terhadap seluruh kebijakan nikel Indonesia secara nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta didukung oleh data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan resmi, publikasi lembaga internasional, dan literatur akademik. Kerangka analisis yang digunakan meliputi teori diplomasi ekonomi oleh Van Bergeijk dan Moons, Spektrum diplomasi ekonomi oleh Okano-Heijmans, serta Dependency Theory oleh Andrew Gunder Frank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Tiongkok diwujudkan melalui kombinasi peran aktor dan korporasi. Pada level negara, Tiongkok memanfaatkan kebijakan investasi, dukungan finansial, dan kerja sama bilateral untuk menciptakan stabilitas pasokan nikel strategis. Pada level korporasi, perusahaan-perusahaan Tiongkok berperan sebagai pelaksana utama melalui investasi langsung, pembangunan fasilitas smelter, serta penguasaan teknologi pengolahan nikel di kawasan IMIP. Dampak terhadap Indonesia di satu sisi IMIP mendorong peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan hilirisasi nikel. Di sisi lain, ketergantungan Indonesia terhadap modal, teknologi dan pasar Tiongkok masih relatif tinggi, sehingga posisi Indonesia dalam rantai nilai global baterai EV cenderung terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi diplomasi ekonomi Tiongkok melalui IMIP efektif dalam mengamankan kepentingan industrinya, namun berpotensi memperkuat ketergantungan struktural Indonesia dalam jangka panjang.
Kata Kunci: Diplomasi Ekonomi, Indonesia Morowali Industrial Park, Investasi Asing, Tiongkok.
