ANALISIS SENTIMEN KOMENTAR #KABURAJADULU PADA MEDIA SOSIAL “X” (TWITTER)
Abstract
Fenomena penggunaan tagar #KaburAjaDulu di media sosial X (sebelumnya Twitter) mencerminkan keresahan kolektif masyarakat Indonesia terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di dalam negeri. Tagar ini berkembang tidak hanya sebagai tren digital, tetapi juga sebagai medium ekspresi opini, kritik sosial, serta aspirasi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik yang terhadap tagar #KaburAjaDulu di media sosial X, serta memahami bagaimana persepsi dan emosi pengguna merepresentasikan respons masyarakat terhadap realitas sosial yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis sentimen. Data penelitian berupa tweet yang mengandung tagar #KaburAjaDulu yang dikumpulkan dari platform X pada periode tertentu. Analisis sentimen dilakukan melalui proses pengodean manual dengan klasifikasi sentimen ke dalam tiga kategori, yaitu positif, negatif, dan netral, berdasarkan indikator kebahasaan dan konteks makna. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitung frekuensi dan persentase masing-masing kategori sentimen untuk menggambarkan kecenderungan opini publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen publik terhadap tagar #KaburAjaDulu didominasi oleh sentimen netral, sentimen netral muncul dalam bentuk komentar informatif, reflektif, maupun humoris tanpa muatan emosional yang kuat. Sentimen negatif yang mencerminkan kekecewaan, kelelahan, serta kritik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan kebijakan pemerintah. Sementara itu, sentimen positif mengekspresikan dukungan, motivasi, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk menjamin konsistensi dan keandalan pengodean, uji reliabilitas antar-koder dilakukan menggunakan Cohen’s Kappa, yang menghasilkan nilai 0,96, menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat tinggi. Analisis sentimen terhadap tagar ini menegaskan peran media sosial sebagai arena penting dalam pembentukan opini publik dan refleksi kondisi sosial masyarakat, serta dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam merespons aspirasi masyarakat secara lebih empatik dan komunikatif.
