• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • INTERNATIONAL RELATIONS (HUBUNGAN INTERNASIONAL)
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    RESPONS INDONESIA TERHADAP KEPUTUSAN WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO) TERKAIT PEMBATASAN EKSPOR NIKEL TAHUN 2020

    Thumbnail
    View/Open
    106221070_RONITO SEPTIANA TAMBUNAN_NASKAH TUGAS AKHIR.pdf (1.840Mb)
    Date
    2026-02-08
    Author
    Tambunan, Ronito Septiana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kebijakan pembatasan ekspor bijih nikel yang diberlakukan Indonesia sejak tahun 2020 menjadi sumber sengketa perdagangan dengan Uni Eropa di World Trade Organization (WTO). Tahun 2020 dipilih karena menandai implementasi penuh kebijakan hilirisasi nikel yang secara signifikan mengubah struktur pasokan nikel global dan berdampak langsung pada industri baja tahan karat serta baterai kendaraan listrik di Uni Eropa. Uni Eropa menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan Pasal XI:1 GATT 1994, sementara Indonesia memandangnya sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat industri domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons Indonesia terhadap keputusan WTO terkait pembatasan ekspor nikel tahun 2020. Respons dipahami sebagai rangkaian tindakan negara yang mencakup respons hukum melalui mekanisme penyelesaian sengketa WTO, respons diplomatik dalam forum bilateral dan multilateral, serta respons kebijakan domestik berupa konsistensi mempertahankan agenda hilirisasi. Analisis menggunakan konsep Economic Statecraft dari Blanchard dan Ripsman dengan indikator otonomi, kapasitas, dan legitimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mempertahankan kebijakan pembatasan ekspor nikel sebagai instrumen economic statecraft yang mencerminkan tingkat otonomi kebijakan yang relatif tinggi, kapasitas institusional yang memadai, serta legitimasi domestik yang kuat, meskipun menghadapi tekanan hukum internasional. Sengketa ini turut memengaruhi dinamika hubungan Indonesia–Uni Eropa, khususnya dalam negosiasi IEU–CEPA.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15418
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (IR)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV