• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • COMMUNICATION SCIENCE (ILMU KOMUNIKASI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CO)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF COMMUNICATION AND DIPLOMACY
    • COMMUNICATION SCIENCE (ILMU KOMUNIKASI)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CO)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    MAKNA GAGAL MOVE ON DALAM LIRIK LAGU ”SATU BULAN” KARYA BERNADYA DAN ”TAK INGIN USAI” KARYA KEISYA LEVRONKA: ANALISIS SEMIOTIKA UMBERTO ECO DAN INTERTEKSTUALITAS

    Thumbnail
    View/Open
    Bagian Sampul.pdf (595.7Kb)
    Abstrak dan Daftar Konten.pdf (460.1Kb)
    BAB I.pdf (492.8Kb)
    BAB II.pdf (702.0Kb)
    BAB III.pdf (469.4Kb)
    BAB IV.pdf (867.9Kb)
    BAB V.pdf (363.3Kb)
    Daftar Pustaka.pdf (304.2Kb)
    Date
    2026
    Author
    Azzahra, Reysha Fathia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan menjelaskan konstruksi makna gagal move on dalam lirik lagu “Satu Bulan” karya Bernadya dan “Tak Ingin Usai” karya Keisya Levronka melalui pendekatan semiotika Umberto Eco dan intertekstualitas Julia Kristeva. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan paradigma konstruktivis. Analisis difokuskan pada bagaimana tanda dan kode bekerja dalam membentuk makna, termasuk pengoperasian makna denotatif dan konotatif melalui level kode pada ranah kode primer dan kode sekunder yang membentuk struktur pemaknaan emosional dalam teks lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu merepresentasikan pengalaman gagal move on dengan nuansa emosional yang berbeda. Lagu “Satu Bulan” menonjolkan kecemasan akan tergantikan, sedangkan “Tak Ingin Usai” menggambarkan penerimaan reflektif yang tetap menyimpan harapan. Analisis intertekstualitas menunjukkan bahwa kedua lagu memiliki keterkaitan dalam tema dan cara pengungkapan emosi, sehingga saling melengkapi dalam menggambarkan perasaan gagal move on. Integrasi psikoanalisis Freud memperlihatkan bahwa dinamika id, ego, dan superego turut membentuk ketegangan emosional dalam kedua teks, mencerminkan pertarungan batin antara keinginan, kenyataan, dan nilai sosial. Temuan ini menegaskan bahwa musik populer berfungsi sebagai ruang budaya tempat emosi personal dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dipahami secara kolektif.
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15422
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (CO)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV