MAKNA GAGAL MOVE ON DALAM LIRIK LAGU ”SATU BULAN” KARYA BERNADYA DAN ”TAK INGIN USAI” KARYA KEISYA LEVRONKA: ANALISIS SEMIOTIKA UMBERTO ECO DAN INTERTEKSTUALITAS
Abstract
Penelitian ini bertujuan menjelaskan konstruksi makna gagal move on dalam lirik lagu “Satu Bulan” karya Bernadya dan “Tak Ingin Usai” karya Keisya Levronka melalui pendekatan semiotika Umberto Eco dan intertekstualitas Julia Kristeva. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan paradigma konstruktivis. Analisis difokuskan pada bagaimana tanda dan kode bekerja dalam membentuk makna, termasuk pengoperasian makna denotatif dan konotatif melalui level kode pada ranah kode primer dan kode sekunder yang membentuk struktur pemaknaan emosional dalam teks lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu merepresentasikan pengalaman gagal move on dengan nuansa emosional yang berbeda. Lagu “Satu Bulan” menonjolkan kecemasan akan tergantikan, sedangkan “Tak Ingin Usai” menggambarkan penerimaan reflektif yang tetap menyimpan harapan. Analisis intertekstualitas menunjukkan bahwa kedua lagu memiliki keterkaitan dalam tema dan cara pengungkapan emosi, sehingga saling melengkapi dalam menggambarkan perasaan gagal move on. Integrasi psikoanalisis Freud memperlihatkan bahwa dinamika id, ego, dan superego turut membentuk ketegangan emosional dalam kedua teks, mencerminkan pertarungan batin antara keinginan, kenyataan, dan nilai sosial. Temuan ini menegaskan bahwa musik populer berfungsi sebagai ruang budaya tempat emosi personal dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dipahami secara kolektif.
