PENGARUH HAMBATAN TARIF DAN NON-TARIFF MEASURES (NTMs) TERHADAP NILAI EKSPOR OLEOKIMIA INDONESIA
Abstract
Penelitian ini tentang Pengaruh Hambatan Tarif dan Non-Tariff Measures (NTMs) terhadap Nilai Ekspor Oleokimia Indonesia dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh hambatan tarif dan non-tarif (Non-Tariff Measures/NTMs) terhadap nilai ekspor oleokimia Indonesia serta faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi nilai ekspor tersebut. Fokus NTMs dalam penelitian ini adalah Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) dan Technical Barriers to Trade (TBT), yang merupakan bentuk hambatan non-tarif paling dominan dalam perdagangan produk berbasis kimia, diantaranya adalah produk oleokimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap nilai ekspor oleokimia Indonesia ke lima negara tujuan ekspor non-Uni Eropa dan kawasan Uni Eropa. Variabel independen yang dianalisis meliputi GDP riil negara tujuan, nilai tukar, harga ekspor, tarif impor, serta kebijakan SPS dan TBT. Model estimasi yang digunakan adalah Fixed Effect Model dengan robust standard errors guna mengatasi pelanggaran asumsi klasik. Hasil estimasi menunjukkan bahwa hambatan tarif berupa tarif impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai ekspor oleokimia Indonesia. Selanjutnya, hambatan non-tarif menunjukkan pengaruh yang berbeda menurut jenis kebijakannya, di mana SPS berpengaruh negatif namun tidak signifikan, sedangkan TBT berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor oleokimia Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak seluruh hambatan non-tarif bersifat menghambat perdagangan, melainkan dalam kondisi tertentu, kebijakan TBT dapat berperan sebagai pendorong ekspor melalui peningkatan kualitas dan pemenuhan standar teknis di pasar tujuan. Selain itu, faktor ekonomi negara tujuan seperti GDP riil dan harga ekspor berpengaruh positif dan signifikan, sementara nilai tukar berpengaruh negatif, namun tidak signifikan terhadap nilai ekspor oleokimia Indonesia.
