UPAYA KELOMPOK GENERATION IDENTITY DALAM MELAKUKAN SEKURITISASI ISU IMIGRAN DI JERMAN TAHUN 2015-2021
UPAYA KELOMPOK GENERATION IDENTITY DALAM MELAKUKAN SEKURITISASI ISU IMIGRAN DI JERMAN TAHUN 2015-2021
Abstract
Tragedi Arab Spring dan perang saudara di Suriah pada tahun 2011 telah menimbulkan
arus besar pengungsi ke wilayah Eropa yang biasa disebut ‘krisis pengungsi’. Krisis
pengungsi di Eropa merupakan permasalahan yang cukup kompleks bagi setiap negara,
termasuk Jerman, hal ini dilihat dari lamanya penanganan Jerman dalam mengatasi
permasalahan krisis pengungsi ini. Permasalahan tetap kompleks meskipun Jerman telah
menerapkan kebijakan Open Door Policy yang diresmikan oleh Kanselir Angela Merkel
pada tahun 2015. Krisis pengungsi yang terjadi di Eropa ini, diwarnai dengan sebuah
gerakan masyarakat muda Eropa yang dikenal dengan kelompok Generation Identity (GI)
yang tersebar di beberapa negara Eropa, seperti Prancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Austria.
GI merupakan sebuah gerakan reaksioner yang menyebarkan narasi anti-migran dan
menanggap imigran sebagai ancaman keamanan. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dan kerangka teori sekuritisasi Thierry Balzacq untuk mengkaji upaya GI dalam
melakukan sekuritisasi imigran di Jerman tahun 2015-2021. Penelitian ini menemukan
bahwa narasi Great Replacement, aksi provokatif, dan ingatan historis menjadi instrumen
utama GI dalam mengonstruksi imigran sebagai ancaman keamanan di Jerman. Selain itu,
temuan ini memperlihatkan bahwa aktor non-negara mampu melakukan sekuritisasi
terhadap isu global.
