PENERAPAN THERMOVISION SEBAGAI METODE PREDICTIVE MAINTENANCE PADA PERALATAN GARDU INDUK DI PLN UIP3BS PEMATANG SIANTAR
Abstract
Keandalan sistem tenaga listrik sangat bergantung pada kondisi peralatan gardu induk sebagai salah satu komponen utama dalam proses transmisi dan distribusi energi listrik. Gangguan pada peralatan gardu induk dapat berdampak pada terganggunya kontinuitas penyaluran listrik serta menimbulkan kerugian operasional yang signifikan. Seiring dengan meningkatnya beban sistem dan bertambahnya usia peralatan, potensi terjadinya gangguan akibat degradasi komponen menjadi semakin besar. Salah satu indikasi awal terjadinya gangguan pada peralatan listrik adalah munculnya titik panas (hotspot) yang disebabkan oleh sambungan konduktor yang kurang optimal, ketidakseimbangan beban antar fasa, maupun penurunan kualitas isolasi. Artikel ini membahas penerapan thermovision sebagai metode predictive maintenance pada peralatan gardu induk PT PLN (Persero). Metode thermovision dilakukan dengan menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi distribusi suhu permukaan peralatan listrik secara non-kontak dan tanpa melakukan pemadaman sistem. Pengamatan dilakukan pada beberapa peralatan utama gardu induk selama dua hari pengukuran dengan interval waktu tertentu pada kondisi operasi normal. Data suhu yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan suhu antar fasa serta dievaluasi berdasarkan standar thermovision yang berlaku di PT PLN (Persero). Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan suhu antar fasa pada beberapa peralatan, namun secara umum masih berada dalam batas aman. Dengan demikian, penerapan thermovision terbukti efektif dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini, mendukung pelaksanaan predictive maintenance, serta meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.
