PENGARUH SETTING DAN RESPONS OLS (OVERLOAD SHEDDING) TERHADAP WAKTU RESTORASI SISTEM TENAGA LISTRIK DI OLS SUTT 150 KV CAWANG BARU – DURENTIGA 1,2
Abstract
Overload pada sistem transmisi dapat memicu gangguan berantai dan memperpanjang waktu pemulihan sistem apabila tidak ditangani dengan skema proteksi yang tepat. Overload Shedding (OLS) diterapkan sebagai mekanisme pelepasan beban otomatis untuk mencegah kerusakan peralatan dan ketidakstabilan sistem. Namun, setting dan respons OLS yang kurang optimal berpotensi menyebabkan pelepasan beban berlebihan sehingga meningkatkan waktu restorasi. Artikel ini menganalisis pengaruh setting arus dan tahapan respons OLS terhadap waktu restorasi sistem tenaga listrik pada SUTT 150 kV Cawang Baru–Durentiga 1,2 di sistem interkoneksi Jawa–Madura–Bali. Analisis dilakukan berdasarkan data beban aktual, konfigurasi relay OLS dan OCR, serta simulasi perhitungan waktu restorasi dengan pendekatan laju pemulihan beban. Hasil menunjukkan bahwa margin setting arus OLS–OCR yang sempit serta pelepasan beban yang tidak proporsional menyebabkan OLS bekerja terlalu agresif, dengan pelepasan beban hingga empat kali lebih besar dari kebutuhan mitigasi overload. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan waktu restorasi sistem. Artikel ini merekomendasikan penyesuaian threshold, redistribusi tahapan pelepasan beban, dan optimasi koordinasi OLS untuk mempercepat pemulihan sistem tanpa mengurangi tingkat keandalan operasi.
