| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi, keterbukaan perdagangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di kawasan ASEAN-9 selama periode 2000–2024. Ketimpangan pendapatan diukur menggunakan Gini Ratio, sedangkan digitalisasi diproksikan melalui persentase pengguna internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, serta model fixed effect sebagai model terbaik berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan akses internet berperan dalam menurunkan ketimpangan. Keterbukaan perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, yang menunjukkan bahwa manfaat perdagangan internasional belum terdistribusi secara merata. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai instrumen pemerataan ekonomi serta perlunya kebijakan yang mendukung distribusi manfaat perdagangan agar pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN-9 menjadi lebih inklusif. | en_US |