Show simple item record

dc.contributor.authorHandoko, Fatrah
dc.date.accessioned2026-02-11T12:57:43Z
dc.date.available2026-02-11T12:57:43Z
dc.date.issued2025-09-16
dc.identifier.citationAPAen_US
dc.identifier.urihttps://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15527
dc.descriptionKRS Corporation adalah pihak ketiga atau 3PL(Third Party Logistics) yang beroperasi pada industri makanan dan minuman di jepang. 3PL(Third Party Logistics) sendiri ialah pihak ketiga yang menghubungkan pihak pertama(produsen) dengan pihak kedua(konsumen), yang bertugas menyimpanan barang dari produsen, mengatur penjadwalan dan alur distribusi. Sebagai perusahaan 3PL(Third Party Logistic) harus memperhatikan kualitas layanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas terbagi menjadi, Quality, Cost, and Time. Dalam aspek quality ini perussahaan mengalami masalah, dimana banayak barang yang rusak selama proses handling, terutama pada proses storaging dan picking. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi serta menganalisa faktor – faktor apa saja yang berkontribusi terhadap kerusakan barang dangan metode fishbone dan analisa 5W+1H, serta menumukan solusi seperti apa yang perlu diterapkan untuk meminimasi jumlah barang yang rusak. Untuk metodologi penelitiannya, dimulai dengan pengamatan di lapangan untuk observasi serta wawancara untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah yang ada dan mencari literatur yang sesuai. Setelah itu diketahui permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah banyaknya barang yang rusak terutama pada proses picking dan storaging. Dilanjutkan dengan pengumpulan data, untuk indentifikasi akar masalahnya. Data diolah dengan metode fishbone dan analisa 5W+ 1H, untuk menemukan faktor terkuatnya. Berdasarkan analisa menggunakan fishbone, ada beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya kerusakan barang yaitu Man dan Method, tetapi faktor terkuat yang menyebabkan kerusakan barang ialah faktor Man, baik dari pengendara forklift ataupun picker sama -sama kurang hati - hati dalam melaksanakan job desk nya serta pemahaman SOP yang kurang, dalam melakukan aktivitas picking maupun storaging. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode fishbone, penyebab terbasar yang menyebabkan barang rusak ialah dari faktor manusia. Banyak pekerja yang belum bisa mematuhi SOP yang dibuat dengan baik dan ada juga sebagian yang sering terburu – buru dan kurang hati – hati dalam melaksanakan jobdesk yang telah diberikan. Oleh karena itu perlu diberi pengarahan yang lebih intens mengenai SOP perusahan dan tentu juga pengawan terhadap para pekerja di lapangan. Karena barang yang telah dititipkan ke perusahaan harus dijaga dengan baik, sesuai dengan slogan perusahaan ,”Connect you and Food With Our Smiles.”.en_US
dc.description.abstractKRS Corporation adalah pihak ketiga atau 3PL(Third Party Logistics) yang beroperasi pada industri makanan dan minuman di jepang. 3PL(Third Party Logistics) sendiri ialah pihak ketiga yang menghubungkan pihak pertama(produsen) dengan pihak kedua(konsumen), yang bertugas menyimpanan barang dari produsen, mengatur penjadwalan dan alur distribusi. Sebagai perusahaan 3PL(Third Party Logistic) harus memperhatikan kualitas layanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas terbagi menjadi, Quality, Cost, and Time. Dalam aspek quality ini perussahaan mengalami masalah, dimana banayak barang yang rusak selama proses handling, terutama pada proses storaging dan picking. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi serta menganalisa faktor – faktor apa saja yang berkontribusi terhadap kerusakan barang dangan metode fishbone dan analisa 5W+1H, serta menumukan solusi seperti apa yang perlu diterapkan untuk meminimasi jumlah barang yang rusak. Untuk metodologi penelitiannya, dimulai dengan pengamatan di lapangan untuk observasi serta wawancara untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah yang ada dan mencari literatur yang sesuai. Setelah itu diketahui permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah banyaknya barang yang rusak terutama pada proses picking dan storaging. Dilanjutkan dengan pengumpulan data, untuk indentifikasi akar masalahnya. Data diolah dengan metode fishbone dan analisa 5W+ 1H, untuk menemukan faktor terkuatnya. Berdasarkan analisa menggunakan fishbone, ada beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya kerusakan barang yaitu Man dan Method, tetapi faktor terkuat yang menyebabkan kerusakan barang ialah faktor Man, baik dari pengendara forklift ataupun picker sama -sama kurang hati - hati dalam melaksanakan job desk nya serta pemahaman SOP yang kurang, dalam melakukan aktivitas picking maupun storaging. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode fishbone, penyebab terbasar yang menyebabkan barang rusak ialah dari faktor manusia. Banyak pekerja yang belum bisa mematuhi SOP yang dibuat dengan baik dan ada juga sebagian yang sering terburu – buru dan kurang hati – hati dalam melaksanakan jobdesk yang telah diberikan. Oleh karena itu perlu diberi pengarahan yang lebih intens mengenai SOP perusahan dan tentu juga pengawan terhadap para pekerja di lapangan. Karena barang yang telah dititipkan ke perusahaan harus dijaga dengan baik, sesuai dengan slogan perusahaan ,”Connect you and Food With Our Smiles.”.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Pertaminaen_US
dc.subject: Fishbone,Man,Environment,Method.en_US
dc.titleAnalisa Faktor Kerusakan Barang di KRS Corporation Dengan Menggunakan Metode Fishbone dan Analisa 5W + 1Hen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record