ANALISIS KESIAPAN MASYARAKAT KOTA GORONTALO DALAM MENDUKUNG SANITASI LAYAK DAN AMAN BERDASARKAN WILLINGNESS TO PARTICIPATE MELALUI METODE CHOICE EXPERIMENT
Abstract
Kota Gorontalo masih menghadapi tantangan dalam pencapaian sanitasi layak dan aman, ditunjukkan oleh 19,44% belum terpenuhinya akses sanitasi layak bagi seluruh rumah tangga serta praktik pengelolaan limbah domestik yang tidak sesuai standar. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan masyarakat Kota Gorontalo dalam mendukung sanitasi layak dan aman berdasarkan willingness to participate melalui pendekatan kapasitas adaptasi. Metode Choice Experiment (CE) digunakan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap lima atribut kapasitas adaptasi, yaitu aset, fleksibilitas, organisasi, pembelajaran, dan agensi. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest di Kecamatan Hulonthalangi dan Kecamatan Kota Tengah serta actual test pada seluruh masyarakat Kota Gorontalo. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NLogit dengan Model Random Parameter Logit (RPL) untuk memperoleh nilai marginal willingness to participate (MWTP). Nilai MWTP merepresentasikan waktu maksimum yang bersedia dialokasikan masyarakat untuk berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut Pembelajaran2 (24,78 jam/orang/bulan) dan Organisasi1 (18,53 jam/orang/bulan) memiliki tingkat preferensi tertinggi dengan koefisien signifikan 1% dan Fleksibilitas 2 (19,12 jam/orang/bulan) dengan koefisien signifikan 5%. Kesimpulannya, masyarakat Kota Gorontalo menunjukkan preferensi berpartisipasi dalam mendukung sanitasi layak dan aman, khususnya melalui pelatihan aktif komunitas berbasis modul digital dan memberikan masukan berkala terkait tata kelola IPAL sebagai dasar perumusan skenario kebijakan sanitasi berkelanjutan.
