ANALISIS DAN PENAMBAHAN TITIK LOKASI PENGUMPULAN MINYAK JELANTAH DI KOTA JAKARTA TIMUR MENGGUNAKAN MODEL OPTIMASI LOCATION-ALLOCATION UNTUK MENDUKUNG PROGRAM SAF
Abstract
Program UCollect merupakan inisiatif pengumpulan minyak jelantah oleh
Pertamina Patra Niaga untuk mendukung produksi bioavtur dalam kerangka
transisi energi dan ekonomi sirkular. Namun, persebaran titik pengumpulan di
Jakarta Timur masih terbatas sehingga menurunkan keterjangkauan layanan bagi
sumber minyak jelantah dari pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan
merekomendasikan penambahan lokasi titik pengumpulan melalui optimasi
location-allocation agar cakupan layanan meningkat dan jarak tempuh
pengantaran berkurang. Data yang digunakan meliputi survei dan wawancara
serta data sekunder berupa sebaran UMKM, titik UCollect eksisting, batas
administrasi, dan jaringan jalan. Analisis dilakukan menggunakan ArcGIS 10.8
(Network Analyst) dengan membangun network dataset berbasis jarak dan
menerapkan model Maximum Coverage Location Problem (MCLP) pada variasi
impedance cutoff dan jumlah fasilitas, serta skenario demand WD1. Hasil
menunjukkan cakupan mencapai 64 dari 65 titik demand pada impedance cutoff
3 km. Berdasarkan evaluasi efisiensi jarak, WD1 ditetapkan sebagai skenario
optimal dengan jarak rata-rata tertimbang sekitar 1,55 km, meskipun tiga titik
demand belum teralokasi karena berada di luar batas jangkauan jaringan.
Rekomendasi lokasi terpilih dapat menjadi dasar perencanaan penambahan titik
pengumpulan minyak jelantah yang lebih merata di Jakarta Timur.
