ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN CALCIUM CARBONATE DENGAN METODE EOQ, POQ, MIN-MAX (Studi Kasus: PT Flora Nusa Perdana)
Abstract
Penelitian ini dilakukan di PT Flora Nusa Perdana dengan fokus pada pengendalian persediaan Calcium Carbonate (CaCO₃) yang digunakan pada proses claybath di stasiun kernel recovery. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode pengendalian persediaan yang paling efektif dan efisien melalui perbandingan metode Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ), dan Min-Max, serta melakukan validasi menggunakan metode Delphi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan penurunan total biaya persediaan terbesar sebesar 76,24% dengan total biaya Rp2.618.609,48, diikuti metode POQ 70,54% (interval 1 bulan) sebesar Rp3.261.812,33, dan metode Min-Max sebesar 66,03% dengan total biaya Rp3.760.243,59, yang seluruhnya lebih rendah dibandingkan kondisi eksisting. Meskipun EOQ menghasilkan biaya terendah disusul dengan POQ tetapi kedua metode ini kurang fleksibel terhadap fluktuasi permintaan karena berdasarkan demand konstan dan interval waktu tetap. Hasil validasi Delphi menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria konsensus (IQR ≤ 0,5; QD ≤ 0,25; standar deviasi rendah), sehingga penilaian responden dinyatakan valid. Berdasarkan pembobotan dan perankingan Delphi, metode Min-Max terpilih sebagai metode pengendalian persediaan paling sesuai karena lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan permintaan serta mampu meminimalkan risiko stockout dan overstock dan lebih fleksibel terhadap permintaan, meskipun tidak menghasilkan biaya persediaan terendah.
