STUDI KOMPARATIF IMPLEMENTASI ASEAN TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) 2016-2025 TERHADAP PERTUMBUHAN PARIWISATA: DESTINASI SUPER PRIORITAS (DSP) MANDALIKA DAN LIKUPANG
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016 - 2025 terhadap pengembangan sektor pariwisata di dua Daerah Super Prioritas (DSP) prioritas di Indonesia, yaitu DSP Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan DSP Likupang di Sulawesi Utara. Kedua DSP ini termasuk dalam program nasional “10 New Bali’s” dan telah dipromosikan dalam forum- forum pariwisata ASEAN sebagai destinasi unggulan. Namun, dari hasil promosi menunjukkan adanya kesenjangan pada DSP Mandalika yang menarik investasi lebih banyak dibandingkan DSP Likupang, Oleh karenanya penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi ATSP dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata di kedua kawasan tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Rezim Internasional milik Andresen dan Wettestad (1995). Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengandalkan data sekunder berupa dokumen kebijakan nasional, laporan ASEAN, serta literatur ilmiah terkait kerja sama pariwisata regional dan strategi pembangunan kawasan. Data tersebut akan di analisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATSP berfungsi sebagai kerangka normatif yang memberikan arah strategis bagi kebijakan pariwisata nasional, namun implementasinya di tingkat lokal dipengaruhi oleh konteks institusional, model pengelolaan kawasan, dan kapasitas perencanaan daerah. Perbedaan pola implementasi tersebut menjelaskan variasi jalur pengembangan pariwisata dan dinamika investasi antara Mandalika dan Likupang, meskipun keduanya berada dalam rezim kebijakan regional yang sama.
