TINJAUAN METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PIERHEAD DAN PEMANTAUAN KUAT TARIK TIE ROD PADA PROYEK LRT JAKARTA FASE 1B VELODROME-MANGGARAI
Date
2026-02-11Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan penduduk dan tingginya tingkat kepadatan di Kota Jakarta menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sistem transportasi publik yang terintegrasi sehingga mendorong pemerintah untuk mengembangkan moda angkutan massal sebagai solusi mobilitas perkotaan, salah satunya melalui pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau tahapan pelaksanaan pierhead serta evaluasi mutu material baja melalui pengujian kuat tarik tie rod. Metodologi yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, studi dokumen metode kerja, serta keterlibatan dalam kegiatan proyek seperti stressing dan lifting PCU girder, pekerjaan bored pile, pengecoran pilecap, serta melakukan penyusunan laporan progress mingguan. Tinjauan metode pelaksanaan pierhead mencakup tahapan perizinan pekerjaan, pengukuran lapangan, fabrikasi dan pemasangan tulangan dengan sistem coupler, pemasangan bekisting, pengecoran beton mutu fc’ 40 MPa, pembongkaran bekisting, curing, dan perawatan beton. Selain itu, dilakukan pengujian kuat tarik terhadap tiga sampel tie rod berdasarkan SNI 8389:2017 menggunakan mesin uji UPM 1000 kN untuk memperoleh parameter kekuatan tarik maksimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas tarik maksimum tie rod berkisar 9,76–13,75 ton dan telah memenuhi nilai tegangan izin yang dipersyaratkan, sehingga tie rod dinyatakan layak digunakan sebagai sistem pengikat bekisting pada pekerjaan pierhead.
