Analisis Tingkat Efektivitas Penerapan ISO 21502:2020 Tentang Panduan Sistem Manajemen Proyek Pada Proyek Di PT. XYZ
Abstract
PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan energi di Indonesia yang telah menerapkan sistem manajemen proyek dalam pelaksanaan berbagai proyeknya. Penerapan sistem manajemen proyek yang tepat diperlukan untuk menjamin pencapaian sasaran proyek dari aspek waktu, biaya, mutu, serta manfaat yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan sistem manajemen proyek berdasarkan standar ISO 21502:2020 serta menganalisis pengaruh hubungan subject – subject manajemen proyek terhadap kinerja proyek di PT. XYZ. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 52 responden yang terdiri dari team management yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan proyek di PT. XYZ. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS.
Tingkat efektivitas penerapan sistem manajemen proyek ISO 21500:2021 pada proyek PT. XYZ dengan skor rata-rata implementasi sistem mencapai 21,273, yang tergolong "Cukup". Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,938 yang mengindikasikan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Analisis regresi menghasilkan persamaan:
Y = 2,911 − 0,083X1 + 0,047X2 + 0,022X3 − 0,024X4 + 0,003X5 + 0,180X5 +0,061X7.
Model regresi linear berganda menunjukkan manajement schedule (X2), manajement issues (X3), manajement communication (X5), manajement organizational and societal change (X6) dan manajement reporting (X7) berperan sebagai faktor pendukung karena memiliki nilai positif. Sedangkan manajement benefit (X1) dan manajement change control (X4) sebagai faktor penghambat karena memiliki nilai negative. Koefisien determinasi (R²) sebesar 85,7% menunjukkan hubungan kuat antara variabel.
Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen proyek di PT. XYZ tergolong dalam kategori cukup baik. Namun demikian, diperlukan peningkatan khususnya pada aspek pengelolaan manfaat proyek dan pengendalian perubahan guna mendukung peningkatan kinerja proyek secara lebih optimal.
