ANALISIS KESEDIAAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) PENINGKATAN FASILITAS PENGELOLAAN SAMPAH LAUT MENGGUNAKAN METODE CHOICE EXPERIMENT DI KOTA BATAM, KEPULAUAN RIAU
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai analisis kesediaan masyarakat Kota Batam dalam membayar (willingness to pay) untuk peningkatan fasilitas pengelolaan sampah laut dengan tujuan untuk mengetahui besaran nilai marginal willingness to pay (MWTP) serta preferensi masyarakat terhadap atribut pengelolaan sampah laut yang mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan pembiayaan lingkungan yang dapat diterapkan secara bertahap dan diterima oleh masyarakat. Metode yang dipergunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan choice experiment (CE). Penelitian dianalisis menggunakan model Random Parameter Logit (RPL) pada perangkat lunak N-Logit berdasarkan hasil surey yaitu data kuesioner pre-test dan actual-test masyarakat Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Batam memiliki kesediaan membayar yang positif terhadap peningkatan pengelolaan sampah laut, dengan nilai MWTP tertinggi pada atribut risk perception yaitu sebesar Rp77.378/orang/bulan, diikuti oleh interest level sebesar Rp72.431/orang/bulan, learning sebesar Rp70.575/orang/bulan, dan ability to cope sebesar Rp58.510/orang/bulan. Selain itu, hasil skenario hipotesis menunjukkan nilai total MWTP sebesar Rp129.085 pada Skenario I yaitu kegiatan penyediaan edukasi & sarana khusus pengelolaan sampah laut, Rp149.809 pada Skenario II mengenai kegiatan gerakan ekonomi sirkular sampah laut, dan mencapai nilai tertinggi sebesar Rp278.893 pada Skenario III yaitu mengenai program ekonomi sirkular pengelolaan sampah laut berbasis masyarakat, yang mengindikasikan bahwa masyarakat bersedia membayar lebih tinggi apabila program pengelolaan sampah laut dirancang secara terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
