ANALISIS TINGKAT KESEDIAAN MASYARAKAT UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENGGUNAKAN METODE CHOICE EXPERIMENT DI KOTA GORONTALO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesediaan masyarakat atau Marginal Willingness to Participate (MWTP) dalam pengelolaan sampah di Kota Gorontalo serta menyusun rekomendasi pengelolaan sampah yang sesuai dengan kapasitas adaptasi lingkungan masyarakat Kota Gorontalo untuk mendukung lingkungan bersih dan berkelanjutan. Analisis ini dilakukan berdasarkan lima atribut utama yaitu Aset, Fleksibilitas, Organisasi, Pembelajaran, dan Agen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Choice Experiment, yang bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap pengelolaan sampah berdasarkan kombinasi atribut dan level yang ditawarkan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat lokal di Kota Gorontalo, sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan perangkat lunak N-Logit dan SPSS. Hasil analisis data menggunakan Nlogit didaptakan dua skenario, pada skenario 1 didapatkan hasil atribut yang signifikan yaitu aset 1, pembelajaran 1, dan agen 1. Nilai MWTP yang didapatkan pada skenario 1 pada atribut aset 1, pembelajaran 1, dan agen 1 secara berturut-turut sebesar 24,9 jam/bulan; 5,6 jam/bulan; dan 12,2 jam/bulan. Sedangkan pada skenario 2 didapatkan hasil atribut yang signifikan yaitu aset 1, organisasi 1, dan agen 1. Nilai MWTP yang didapatkan pada skenario 1 pada atribut aset 1, organisasi 1, dan agen 1 secara berturut-turut sebesar 26,6 jam/bulan; 14,2 jam/bulan; dan 22,6 jam/bulan. Hasil penelitian merekomendasikan dua skenario yaitu peningkatan sarana dan prasarana berbasis pemberdayaan masyarakat pada skenario 1. Total nilai MWTP yang dihasilkan pada skenario hipotesis 1 sebesar 42,7 jam/bulan. Sedangkan pada skenario 2 berupa pembentukan kelompok kerja warga untuk pengembangan sarana dan prasarana skala RT/RW. Total nilai MWTP yang dihasilkan pada skenario hipotesis 2 sebesar 63,4 jam/bulan. Masyarakat lokal Kota Gorontalo menunjukkan preferensi yang kuat terhadap peningkatan sarana dan prasarana berbasis komunitas karena dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan lokal serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
