PEMODELAN SEBARAN MERKURI PADA MUARA KRUENG SABEE MENGGUNAKAN DELFT3D
Abstract
Indonesia merupakan negara bahari dan negara kepulauan terbesar di dunia yang didalamnya melingkupi keanekaragaman hayati laut dengan peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Namun, dengan buruknya penanganan dari pembuangan sisa limbah produksi yang baik menyebabkan kenaikan tingkat pencemaran laut. Hal ini terjadi pada Muara Krueng Sabee dimana hasil buangan limbah yang digunakan dalam proses ekstraksi emas menggunakan logam merkuri (Hg) yang dibuang secara ilegal oleh para pekerja dalam sungai Krueng Sabee. Akibat dari pembuangan secara ilegal ini menyebabkan pada pencemaran merkuri oleh aliran air hujan bermuara ke sungai dimana aliran sungai memiliki titik ujung yang berbentuk muara yang tersambung dengan laut Krueng Sabee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hidrodinamika muara Krueng Sabee serta mengetahui kondisi kondisi eksisting sebaran merkuri yang terdistribusi dari sungai menuju muara Krueng Sabee menggunakan aplikasi DELFT3D. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang berjumlah 5 yaitu Data SHP, Data Tank Model, Data Batimetri, Data Pasang Surut, dan Data Merkuri. Data tersebut digunakan untuk dapat melakukan simulasi pengujian sebaran merkuri menggunakan Delft3d. Langkah penelitian ini dimulai dengan pengolahan data mentah batimetri menggunakan aplikasi Delft3d pembuatan grid dan penggabungan Data Batnas dan Demnas untuk mendapatkan kondisi topografi wilayah tinjau. Selanjutnya langkah penelitian dilanjutkan dengan mendapatkan hasil Tank Model sesuai dengan tata guna lahan wilayah tinjau dengan mengolah data SHP wilayah tinjau menggunakan aplikasi arc-gis. Hasil dari perhitungan Tank Model merepresentasikan debit aliran rata-rata sungai. Setelah mendapatkan data tersebut, langkah penelitian dilanjutkan dengan proses penginputan merkuri, batimetri, dan data pasang surut pada bagian Delft3d-FLOW untuk dapat mensimulasikan proses penyebaran merkuri dari sungai menuju muara laut selama satu bulan. Dalam siklus pemodelan ini didapatkan nilai debit rata-rata harian muara Krueng Sabee sebesar 25,60 m3/s. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, proses penyebaran merkuri memiliki pola yang berbeda pada kondisi tertentu.Hal ini ditunjukkan pada tanggal 07 Maret 2025 sampai tanggal 10 Maret 2025 dimana pola pergerakan merkuri hanya mengarah pada bagian selatan yang disebabkan oleh pola pergerakan angin dan arus yang berasal dari barat laut sehingga arah pergerakan merkuri terdorong menuju selatan. Kemudian pada tanggal 27 maret 2025, pola pergerakan merkuri hanya mengarah barat laut yang diakibatkan arah arus yang bergerak dari selatan dengan kurun waktu selama 18 jam.
