| dc.description.abstract | Sampah makanan merupakan komponen dominan dalam sampah rumah tangga dan menjadi
permasalahan lingkungan di Kelurahan Kedung Jaya, Kota Bekasi. Penelitian ini dilakukan
untuk mengevaluasi kondisi aktual dalam pengelolaan sampah makanan yang saat ini
diterapkan, menganalisis timbulan dan komposisi sampah makanan, serta menentukan
alternatif pengelolaan yang berkelanjutan. Metodologi penelitian ini mencakup
pengumpulan data yang bersumber dari data primer maupun data sekunder melalui sampling
sampah rumah tangga berdasarkan SNI 3964:2025 terhadap 158 sampel rumah tangga,
observasi lapangan, dan wawancara. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat
timbulan dan komposisi sampah, serta menentukan alternatif pengelolaan yang paling sesuai
dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa laju timbulan sampah di Kelurahan Kedung Jaya berkisar antara
174,49–224,11 kg/hari, dengan sampah makanan mendominasi lebih dari 51% total sampah
rumah tangga. Sistem pengelolaan sampah yang diterapkan saat ini masih menggunakan
pendekatan konvensional dan belum optimal dalam pemilahan serta pengolahan sampah
makanan. Berdasarkan hasil AHP, pengolahan sampah makanan berbasis sistem gasifikasi
komunal biochar terpilih sebagai alternatif terbaik, dengan nilai bobot AHP tertinggi yaitu
sebesar 0,703, dengan kriteria biaya konstruksi Rp249,535,900.00, kebutuhan luas lahan
sebesar 44 m2, dan efisiensi pengolahan limbah sebesar 95%. Penelitian ini menegaskan
perlunya peningkatan pemilahan di sumber dan penerapan teknologi pengolahan yang sesuai
kondisi lokal sebagai upaya untuk menunjang pengelolaan sampah yang berorientasi pada
prinsip keberlanjutan. | en_US |