• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY
    • CHEMICAL ENGINEERING (TEKNIK KIMIA)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CE)
    • View Item
    •   DSpace Home
    • FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY
    • CHEMICAL ENGINEERING (TEKNIK KIMIA)
    • DISSERTATIONS AND THESES (CE)
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    HIDROLISIS ASAM PATI TALAS BENENG (Xanthosoma Undipes) MENGGUNAKAN KATALIS HCL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL

    Thumbnail
    View/Open
    102321041_Ainny Erlangga_Laporan Tugas Akhir.pdf (2.074Mb)
    Date
    2026-02-18
    Author
    Erlangga, Ainny
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pati talas beneng (Xanthosoma undipes) sebagai bahan baku bioetanol melalui proses hidrolisis asam, fermentasi, dan distilasi. Hidrolisis pati dilakukan menggunakan larutan HCl dengan variasi konsentrasi 0,1 N; 0,3 N; dan 0,5 N pada suhu 80–90°C selama 40 menit. Hasil hidrolisis dianalisis menggunakan metode DNS dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm untuk menentukan kadar gula reduksi. Fermentasi dilakukan menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada suhu 30°C dengan variasi waktu fermentasi 3, 5, dan 7 hari. Produk fermentasi selanjutnya dimurnikan melalui distilasi pada suhu 78–80°C. Karakterisasi bioetanol dilakukan melalui pengujian massa jenis dan analisis FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam berpengaruh terhadap peningkatan kadar gula reduksi. Hidrolisis menggunakan HCl 0,1 N, 0,3 N, dan 0,5 N menghasilkan kadar glukosa masing-masing sebesar 0,3849 mg/mL; 0,7973 mg/mL; dan 0,9720 mg/mL. Kadar etanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi HCl 0,1 N dengan waktu fermentasi 5 hari sebesar 9,5% (v/v). Nilai massa jenis terendah sebesar 0,98386 g/mL mengindikasikan kandungan etanol yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada fermentasi 7 hari terjadi penurunan kadar etanol akibat penurunan aktivitas ragi. Hal ini menunjukkan bahwa fermentasi yang terlalu lama tidak selalu meningkatkan hasil etanol. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi khas etanol berupa regangan O–H pada bilangan gelombang sekitar 3331 cm⁻¹ dan regangan C–O pada sekitar 1044 cm⁻¹. Keberadaan pita serapan H–O–H pada 1633 cm⁻¹ mengindikasikan bahwa bioetanol yang dihasilkan masih mengandung air. Secara keseluruhan, talas beneng berpotensi sebagai bahan baku bioetanol berbasis biomassa. Konsentrasi HCl yang terlalu tinggi dapat menurunkan efektivitas fermentasi akibat degradasi gula atau pembentukan inhibitor. Kondisi optimum pada penelitian ini diperoleh pada hidrolisis HCl 0,1 N dan fermentasi selama 5 hari. Hasil ini menunjukkan peluang pengembangan talas beneng sebagai sumber energi terbarukan lokal. Kata kunci: talas beneng, bioetanol, hidrolisis asam, fermentasi, FTIR
    URI
    https://library.universitaspertamina.ac.id//xmlui/handle/123456789/15738
    Collections
    • DISSERTATIONS AND THESES (CE)

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV