| dc.description.abstract | Sambungan baut balok–kolom merupakan komponen kritis pada sistem struktur baja Pre-Engineered Building (PEB) karena berfungsi menyalurkan gaya aksial, geser, dan momen antar elemen struktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi desain sambungan baut serta menganalisis pengaruh variasi meshing dan pemodelan elemen hingga menggunakan Abaqus/CAE terhadap akurasi distribusi tegangan. Gaya dalam kritis diperoleh dari analisis global struktur menggunakan STAAD.Pro dan digunakan sebagai input pembebanan pada model tiga dimensi berbasis Finite Element Method (FEM). Studi konvergensi mesh dilakukan dengan pendekatan h-refinement menggunakan parameter tegangan maksimum pada lokasi kritis untuk menentukan ukuran mesh optimum. Hasil menunjukkan bahwa setiap komponen memiliki konfigurasi mesh optimum yang berbeda dan nilai tegangan telah konvergen. Tegangan maksimum seluruh elemen masih berada di bawah kapasitas desain berdasarkan metode LRFD, meskipun pelat ujung dan baut mendekati tegangan leleh sehingga diperlukan optimasi tebal pelat. Secara keseluruhan, pemodelan elemen hingga mampu memberikan evaluasi tegangan yang lebih detail dan mendukung pengambilan keputusan desain sambungan yang lebih aman dan efisien. | en_US |